Pemerintah Siapkan Badal Haji untuk Jemaah WNI yang Meninggal di Tanah Suci
Pemerintah Siapkan Badal Haji untuk Jemaah WNI Meninggal

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menyiapkan badal haji bagi warga negara Indonesia (WNI) jemaah calon haji yang meninggal dunia di Tanah Suci, termasuk seorang lansia asal Jakarta, Muhammad Firdaus (72), yang baru ditemukan wafat.

Prosedur Badal Haji

"Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum," ujar Kepala Biro Humas Kemenhaj RI Moh Hasan Affandi dalam keterangannya, Jumat (22/5). Badal haji merupakan penggantian pelaksanaan ibadah haji bagi jemaah yang meninggal sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah.

Kronologi Kejadian

Jemaah yang tergabung dalam Kloter 27 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 27) itu sebelumnya dilaporkan hilang sejak Jumat (15/5) usai meninggalkan hotel tempatnya menginap di kawasan sektor 9 Makkah, Arab Saudi. Firdaus pergi tanpa membawa alat komunikasi dan identitas seperti telepon seluler, kartu Nusuk, dan kartu identitas apa pun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pencarian pun dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk petugas haji dan otoritas setempat. Hasan mengatakan, Petugas PPIH kemudian menerima laporan mengenai keberadaan jenazah tanpa identitas di salah satu rumah sakit di Makkah pada Jumat (22/5) dini hari.

Proses Identifikasi

Usai menerima informasi itu, Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Daerah Kerja Makkah bersama istri Firdaus, Nafsiah Nawan, mendatangi rumah sakit untuk melakukan identifikasi. Setelah proses pengecekan dilakukan, Nafsiah memastikan jenazah tersebut adalah suaminya, Muhammad Firdaus Ahlan.

PPIH Arab Saudi pun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Muhammad Firdaus. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan," ujar Hasan.

Kemenhaj memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci telah dijalankan sesuai ketentuan, termasuk penyediaan badal haji sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada jemaah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga