Ketua MPR Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 900 Rumah Rusak dan 2.800 Warga Mengungsi
Ketua MPR Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal

Ketua MPR Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, 900 Rumah Rusak dan 2.800 Warga Mengungsi

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, bersama sejumlah anggota DPR RI dan perwakilan kementerian, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Kunjungan ini dilakukan pada Senin, 16 Februari 2026, untuk melihat dampak musibah yang terjadi pada Selasa, 2 Februari 2026.

Dampak Kerusakan yang Luas

Bencana tanah bergerak di Desa Padasari telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur setempat. Sebanyak 900 rumah warga dilaporkan rusak, dengan banyak di antaranya rata dengan tanah. Tidak hanya perumahan, tempat ibadah seperti masjid dan pondok pesantren juga turut hancur, bersama dengan sejumlah fasilitas umum lainnya.

Muzani menyatakan, "Ini merupakan musibah yang sangat memilukan. Jumlah pengungsi yang dilaporkan oleh Bupati mencapai 2.500 hingga 2.800 orang." Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu, 8 Februari 2026, mencatat sekitar 2.453 warga telah mengungsi, termasuk kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Apresiasi atas Penanganan Cepat

Dalam kunjungannya, Muzani mengapresiasi gerak cepat dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, BNPB, dan relawan, dalam melakukan evakuasi dan penanganan korban. Berkat tindakan yang tepat dan presisi, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Muzani menegaskan, "Korban diminimalisir, bahkan jumlah korban nol. Ini adalah cara penanganan yang benar."

MPR dan DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap kerjasama semua pihak yang terlibat dalam proses penanganan musibah. Muzani juga menyoroti langkah cepat pemerintah dalam merespons situasi, termasuk persiapan hunian sementara oleh Kementerian Pekerjaan Umum di lokasi yang tidak jauh dari area bencana.

Rencana Pemulihan dan Relokasi

Setelah fase tanggap darurat, fokus akan beralih ke pemulihan jangka panjang. Muzani menjelaskan, "Selesai musibah ini, yang dilakukan adalah relokasi, baik untuk pengungsi maupun hunian sementara." Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Tanah Bergerak hingga 16 Februari 2026.

Selain itu, MPR telah mendengarkan aspirasi masyarakat terkait pendidikan anak-anak terdampak bencana. Muzani mengungkapkan, "Dinas Pendidikan Tegal akan menjamin bahwa proses belajar-mengajar tetap berjalan." Perhatian juga diberikan pada penyediaan tempat ibadah, terutama menjelang bulan Ramadhan, dengan rencana pembangunan masjid di hunian sementara.

Kondisi Terkini dan Dukungan Berkelanjutan

Fenomena tanah bergerak di Desa Padasari masih terus terjadi, dengan proses evakuasi warga yang berlanjut ke lokasi yang lebih aman. BNPB mencatat para pengungsi terpusat di delapan titik pengungsian dan terus memberikan dukungan logistik serta pendampingan kepada pemerintah daerah.

Muzani menekankan pentingnya hunian tetap setelah hunian sementara terhuni seluruhnya. "Yang penting adalah setelah itu hunian tetap, itu sedang dalam pemikiran berikutnya," tuturnya. Upaya ini menunjukkan komitmen bersama dalam memulihkan kehidupan warga Desa Padasari pascabencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga