Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Flores Timur
Kemensos Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores Timur

Kemensos Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores Timur

Kementerian Sosial (Kemensos) telah mendistribusikan bantuan logistik darurat bagi warga yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan pokok untuk meringankan beban korban bencana alam ini.

Komposisi Bantuan dan Proses Distribusi

Bantuan logistik yang disalurkan terdiri dari makanan siap saji, kasur, selimut, sandang untuk anak dan dewasa, serta tenda. Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos, Masryani Mansyur yang akrab disapa Cece, menjelaskan bahwa distribusi dilakukan atas instruksi langsung Menteri Sosial.

"Kami langsung diinstruksikan Pak Menteri secepatnya menyalurkan bantuan Kemensos untuk penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Flores Timur. Bantuan dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang, NTT pada hari Senin, 13 April 2026 ke Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur," ujar Cece dalam keterangan tertulis pada Senin (13/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Gempa dan Dampaknya

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitudo 4,7 terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 23.17 WIB. Pusat gempa terletak sekitar 22 kilometer arah tenggara Kabupaten Larantuka, NTT dengan kedalaman 10 kilometer. Kejadian ini menyebabkan kerusakan properti dan mengganggu kehidupan warga setempat.

Cece menegaskan bahwa lokasi distribusi bantuan dipilih di area terbuka yang aman dari potensi bahaya gempa susulan atau tanah longsor. "Lokasi dipilih di area terbuka yang bebas dari potensi bahaya gempa susulan atau longsor," jelasnya.

Asesmen dan Pendampingan Korban

Selain distribusi logistik, jajaran Kemensos juga melakukan asesmen dan pendataan menyeluruh terhadap kondisi warga terdampak. Asesmen ini mencakup:

  • Tingkat kerusakan rumah warga
  • Kondisi fasilitas umum dan sosial
  • Status kesehatan masyarakat secara keseluruhan

Tim medis khusus disediakan untuk menangani korban luka ringan dan memantau kesehatan warga di lokasi pengungsian. Kemensos juga mengadakan kegiatan trauma healing, terutama bagi anak-anak yang mengalami ketakutan akibat gempa utama dan gempa susulan.

Kolaborasi Tim Gabungan di Lapangan

Cece mengungkapkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari dinas terkait, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri masih aktif bekerja di lapangan. Tugas mereka meliputi:

  1. Mendirikan tenda darurat untuk pengungsian
  2. Mendistribusikan logistik bantuan secara merata
  3. Memantau perkembangan situasi secara berkala

"Secara umum, situasi mulai terkendali, namun proses pemulihan masih membutuhkan waktu, terutama dalam hal perbaikan rumah dan pemulihan kondisi mental warga," ungkap Cece. Proses rehabilitasi pasca bencana diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa tahap untuk memastikan pemulihan yang komprehensif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga