Telkomsel Ungkap Keuntungan Registrasi SIM Card Biometrik untuk Pelanggan
Telkomsel: Keuntungan Registrasi SIM Card Biometrik

Telkomsel Soroti Manfaat Strategis Registrasi SIM Card Biometrik

Operator telekomunikasi Telkomsel mengungkapkan bahwa penerapan registrasi nomor seluler menggunakan verifikasi biometrik wajah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan keamanan digital nasional. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menekan maraknya kasus penipuan online dan penyalahgunaan nomor seluler anonim yang selama ini meresahkan masyarakat.

Dukungan Penuh terhadap Regulasi Pemerintah

Kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 7 Tahun 2026 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi melalui Jaringan Bergerak Seluler yang baru saja diberlakukan. Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menegaskan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi akar masalah dari banyak kasus kejahatan digital.

"Sebagian besar penipuan digital berawal dari penggunaan nomor yang tidak tervalidasi dengan baik. Verifikasi biometrik wajah menjadi instrumen penting untuk meningkatkan keamanan ruang digital masyarakat sekaligus menekan penyalahgunaan nomor seluler anonim," jelas Fahmi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesiapan Infrastruktur dan Implementasi Bertahap

Telkomsel memastikan kesiapan penuh untuk mendukung implementasi sistem registrasi biometrik nasional melalui program Semantik. Kesiapan ini mencakup beberapa aspek kunci:

  • Optimalisasi GraPARI sebagai titik awal registrasi biometrik bagi pelanggan.
  • Penyesuaian sistem validasi identitas berbasis pengenalan wajah yang terintegrasi dengan data kependudukan nasional.
  • Implementasi bertahap dengan standar keamanan informasi dan regulasi perlindungan data pribadi yang ketat.

Kebijakan registrasi biometrik akan mulai berlaku untuk kartu perdana baru sejak Januari 2026, dengan masa transisi nasional selama enam bulan. Kewajiban penggunaan data pengenalan wajah ini khusus berlaku untuk aktivasi nomor HP baru.

Pembatasan Nomor dan Peningkatan Kualitas Pelanggan

Terkait pembatasan maksimal tiga nomor prabayar per identitas, Telkomsel menilai ini bukan sekadar soal jumlah pelanggan. Menurut Fahmi, pembatasan ini merupakan bagian dari strategi bersama pemerintah untuk mendorong kepemilikan nomor yang wajar dan mencegah penyalahgunaan identitas dalam kejahatan digital.

"Bagi Telkomsel, implementasi pembatasan ini lebih pada peningkatan kualitas basis pelanggan melalui validasi identitas yang lebih kuat. Kami telah menjalankan kebijakan ini sejak awal untuk memutus rantai kejahatan digital yang kerap dilakukan dengan berganti-ganti nomor tidak tervalidasi," paparnya.

Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem Digital

Dengan berkurangnya nomor tidak aktif dan anonim, Telkomsel memproyeksikan ekosistem pelanggan akan menjadi lebih sehat dan terpercaya. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mendukung peningkatan nilai penggunaan pelanggan atau ARPU, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.

Fahmi menegaskan, "Ini adalah fondasi penting untuk menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia." Dukungan Telkomsel terhadap kebijakan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih bertanggung jawab dan terlindungi dari ancaman kejahatan siber.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga