Tarif Internet Indonesia Termurah Kedua di ASEAN, Tapi Kualitas Masih Tertinggal
Tarif Internet Indonesia Termurah Kedua di ASEAN, Kualitas Tertinggal

Indonesia Peringkat Kedua Tarif Internet Termurah di ASEAN, Tapi Kualitas Masih Jadi Tantangan

Indonesia berhasil meraih posisi terhormat sebagai salah satu negara dengan tarif internet termurah di dunia, bahkan menduduki peringkat kedua di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan laporan Global Broadband Price League 2026 yang dirilis oleh Broadband Genie, Indonesia berada di urutan ke-12 secara global untuk harga internet broadband kabel termurah.

Perbandingan Harga di Kawasan Asia Tenggara

Riset tersebut mengungkapkan bahwa rata-rata biaya internet tetap atau fixed broadband di Indonesia berada di kisaran USD 10,66 atau sekitar Rp181 ribu per bulan. Angka ini hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Vietnam yang menjadi negara dengan tarif termurah di Asia Tenggara dengan biaya USD 10,24 per bulan.

Dalam perbandingan regional, Indonesia berhasil mengungguli beberapa negara tetangga seperti:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Malaysia
  • Singapura
  • Filipina

Sementara itu, Timor Leste tercatat sebagai negara dengan biaya internet paling mahal di kawasan Asia Tenggara, mencapai USD 124,50 per bulan atau lebih dari sepuluh kali lipat harga di Indonesia.

Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Harga

Perbedaan harga internet antarnegara ini dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural, terutama:

  1. Kondisi geografis masing-masing negara
  2. Tingkat perkembangan infrastruktur telekomunikasi
  3. Ketersediaan jaringan dan akses infrastruktur

Negara dengan wilayah terpencil atau berbentuk kepulauan seperti Indonesia cenderung menghadapi tantangan lebih besar dalam penyediaan layanan internet, yang secara teori dapat meningkatkan biaya operasional.

Kualitas Layanan yang Masih Perlu Ditingkatkan

Meskipun meraih prestasi dalam hal harga terjangkau, kualitas layanan internet di Indonesia belum sepenuhnya mengimbangi kemurahan tarif tersebut. Dari sisi kecepatan, Indonesia masih berada dalam posisi kurang kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga.

Dengan kecepatan rata-rata sekitar 31,2 Mbps, biaya per Mbps di Indonesia diperkirakan mencapai USD 0,34. Sebagai perbandingan:

  • Singapura yang memiliki kecepatan internet rata-rata hingga 410 Mbps mencatat biaya per Mbps hanya sekitar USD 0,08
  • Thailand juga menunjukkan efisiensi serupa dengan biaya per Mbps di angka USD 0,08 berkat kecepatan internet yang lebih tinggi

Peringkat Global dan Prospek Ke Depan

Dalam laporan global ini, Iran berada di peringkat pertama dengan tarif internet kabel termurah di dunia dengan harga kisaran USD 2,61 per bulan. Pencapaian Indonesia sebagai negara dengan tarif internet termurah kedua di ASEAN menunjukkan perkembangan positif dalam upaya pemerataan akses digital.

Namun, tantangan utama yang masih harus diatasi adalah meningkatkan kualitas layanan terutama dari sisi kecepatan internet agar masyarakat Indonesia tidak hanya menikmati harga yang terjangkau tetapi juga pengalaman berinternet yang memadai untuk mendukung berbagai aktivitas digital.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga