Citra Satelit ESA Tangkap Tumpahan Minyak di Teluk Persia Pascaserangan
Citra Satelit Tangkap Tumpahan Minyak di Teluk Persia

Citra Satelit ESA Tangkap Tumpahan Minyak di Teluk Persia Pascaserangan

Citra satelit yang dirilis oleh Badan Antariksa Eropa (ESA) telah menangkap sejumlah tumpahan minyak di perairan Teluk Persia. Kejadian ini terjadi menyusul serangan udara dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang menghantam fasilitas minyak dan kapal tanker di kawasan tersebut.

Kebocoran Minyak di Dekat Suaka Margasatwa

Satelit Sentinel-2 pada Jumat, 10 April 2026, menunjukkan kebocoran minyak di perairan lepas pantai Pulau Lavan, Iran. Tumpahan tersebut terlihat bergerak menuju Pulau Shidvar, sebuah lokasi yang dikenal sebagai suaka margasatwa yang dilindungi. Kawasan ini sering dijuluki sebagai 'Maladewa' dari Iran karena keindahan alamnya yang memukau.

Jejak Minyak dari Kuwait hingga Selat Hormuz

Selain itu, gambar satelit lain yang diambil pada Senin, 6 April 2026, menangkap jejak minyak yang berasal dari Pelabuhan Shuaiba di Kuwait. Pelabuhan ini terletak sekitar 50 kilometer di sebelah selatan Kota Kuwait, menunjukkan dampak serangan yang meluas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Secara berturut-turut, pada tanggal 18 Maret 2026, 2 April 2026, dan 7 April 2026, citra satelit juga menangkap tumpahan minyak besar di Selat Hormuz. Tumpahan ini terlihat di lepas pantai Pulau Qeshm, Iran, yang merupakan salah satu titik strategis untuk lalu lintas minyak global.

Dampak lingkungan dari tumpahan minyak ini diperkirakan akan signifikan, terutama mengingat lokasinya yang dekat dengan area konservasi dan perairan internasional yang padat aktivitas maritim. Para ahli kini tengah memantau perkembangan lebih lanjut untuk menilai kerusakan ekologis yang mungkin terjadi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga