Cek Fakta: Klaim China Pindahkan Warga untuk Jajah Indonesia adalah Hoaks
Klaim China Jajah Indonesia dengan Pindahkan Warga adalah Hoaks

Di tengah maraknya informasi di media sosial, sebuah video dengan narasi menyesatkan kembali beredar. Video tersebut mengklaim bahwa Pemerintah China memiliki rencana untuk menjajah Indonesia dengan cara memindahkan warga negaranya ke beberapa provinsi di Tanah Air.

Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com

Berdasarkan penelusuran mendalam yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi dalam video tersebut terbukti sebagai hoaks atau informasi palsu. Tidak ada bukti atau sumber resmi yang mendukung klaim bahwa China berencana memindahkan warganya untuk tujuan penjajahan di Indonesia.

Asal Mula Video dan Narasi

Video dengan narasi menyesatkan ini pertama kali dibagikan oleh sebuah akun Facebook pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam unggahan tersebut, disebarkan klaim bahwa Pemerintah China ingin memindahkan warganya ke Indonesia sebagai bagian dari strategi penjajahan.

Namun, setelah dilakukan verifikasi, Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa narasi ini tidak memiliki dasar fakta dan cenderung dibuat untuk menciptakan keresahan di masyarakat. Hoaks semacam ini sering kali memanfaatkan isu sensitif terkait hubungan internasional untuk menyebarkan disinformasi.

Dampak Hoaks dan Pentingnya Verifikasi

Peredaran hoaks seperti ini dapat menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di kalangan publik dan berpotensi merusak hubungan bilateral antara Indonesia dan China. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan verifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.

Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan bahwa langkah-langkah pengecekan fakta dilakukan secara ketat, termasuk memeriksa sumber resmi dan konfirmasi dengan pihak berwenang. Hasilnya, klaim dalam video tersebut sama sekali tidak terbukti kebenarannya.

Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang bersifat provokatif atau tidak jelas sumbernya. Dengan demikian, penyebaran hoaks dapat diminimalisir dan keharmonisan sosial tetap terjaga.