Telkom Siapkan Sovereign AI Indonesia, Targetkan Model Lokal di 2028
Telkom Siapkan Sovereign AI Indonesia, Target 2028

Telkom Siapkan Sovereign AI Indonesia, Targetkan Model Lokal di 2028

Jakarta - PT Telkom Indonesia tengah mempersiapkan pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan anak bangsa sebagai bagian dari upaya mewujudkan sovereign AI nasional. Langkah strategis ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi global dan melindungi data nasional.

Peta Jalan Pengembangan AI Telkom

Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, Komang Budi Aryasa, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyusun peta jalan pengembangan AI yang akan dijalankan dalam beberapa tahap hingga beberapa tahun ke depan. Rencana ini mencakup integrasi, platformisasi, dan akhirnya realisasi ekosistem AI yang mandiri.

"Tahun 2026 ini untuk kepentingan internal, plus bisa saya sebut sebagai plus AI. Jadi solusi yang sudah ada ditambah kapabilitas AI di dalamnya," jelas Komang dalam paparannya.

Tahap Integrasi dan Platformisasi

Pada tahun 2026, Telkom akan fokus mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam berbagai solusi digital yang sudah dimiliki perusahaan. Ini merupakan langkah awal untuk memperkuat fondasi teknologi dalam operasional internal.

Memasuki 2027, Telkom berencana membangun sebuah platform AI yang mampu menyediakan layanan untuk berbagai ekosistem industri atau vertical ecosystem. Komang menekankan bahwa kebutuhan Large Language Model (LLM) pada tiap industri memiliki karakteristik berbeda.

"Sehingga kita harus membangun kapabilitas model di industri kesehatan, di industri pendidikan, kemudian industri retail, dan lain-lain. Jadi di 2027 kita akan masuk ke industri-industri vertikal tersebut untuk men-deliver solusi AI di B2B karena B2B sangat berbasis vertikal," tuturnya.

Target Sovereign AI di 2028

Lebih jauh, Telkom menargetkan pada 2028 Indonesia dapat memiliki sovereign AI, yakni ekosistem AI yang dikembangkan dengan model dan infrastruktur sendiri. Langkah ini dinilai penting agar Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi global, terutama dalam pengelolaan data.

"Di 2028, kita berencana bagaimana sovereign AI Indonesia ini bisa terwujud. Kenapa harus sovereign AI? Bayangkan sekarang hampir semua negara memperebutkan data. Kita khawatir kalau kita tidak sovereign kita sendiri, data kita akan ke mana-mana," jelas Komang.

Ia menambahkan, pengembangan sovereign AI juga akan memastikan data nasional tetap tersimpan di dalam negeri melalui infrastruktur pusat data yang dimiliki Indonesia. "Sehingga kita mulai merencanakan agar data itu bisa reside di data center," pungkasnya.

Implikasi dan Dampak Strategis

Pengembangan sovereign AI ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan kedaulatan data nasional dengan penyimpanan di dalam negeri.
  • Mendorong inovasi lokal melalui pengembangan model AI yang sesuai dengan karakteristik industri Indonesia.
  • Memperkuat ketahanan digital dengan mengurangi ketergantungan pada platform asing.
  • Menciptakan ekosistem B2B yang lebih kompetitif dan berbasis solusi vertikal.

Dengan peta jalan yang jelas, Telkom optimistis dapat mewujudkan visi sovereign AI Indonesia dalam kurun waktu yang telah ditetapkan, sekaligus berkontribusi pada transformasi digital nasional yang lebih mandiri dan berdaulat.