Pengguna AI Indonesia Diprediksi Naik 41% pada 2030, 5G Jadi Fondasi Penting
Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Menurut laporan terbaru Ericsson ConsumerLab 2026, tren adopsi AI yang pesat ini juga mendorong perubahan besar pada pola penggunaan data seluler, dengan permintaan terhadap uplink yang semakin meningkat.
Transformasi Pola Konsumsi Data
Laporan tersebut mengungkap bahwa pengguna mulai beralih dari konsumsi konten secara pasif menuju aktivitas kreasi konten yang lebih interaktif. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan kecepatan respons AI menjadi faktor penting yang memengaruhi tingkat kepuasan pelanggan terhadap jaringan seluler.
Ronni Nurmal, Head of Government & Industry Relations Ericsson Indonesia, menegaskan bahwa peralihan menuju penggunaan AI di berbagai perangkat membutuhkan performa jaringan yang konsisten di mana pun. "Teknologi 5G serta arsitektur yang siap untuk masa depan menjadi krusial untuk mengakomodasi pertumbuhan data dan keperluan uplink yang berkembang pesat," tutur Ronni dalam siaran pers, Sabtu (4/4/2026).
Proyeksi Pertumbuhan Pengguna AI dan 5G
Pada 2030, jumlah pengguna yang memanfaatkan AI di luar perangkat seperti smartphone dan laptop diperkirakan meningkat dua kali lipat. Penggunaan AI akan meluas ke berbagai perangkat seperti:
- Smartwatch
- Kacamata pintar
- Asisten pada kendaraan pintar
Di Indonesia sendiri, sekitar satu dari lima orang telah menggunakan AI yang mampu menggabungkan teks, suara, atau gambar setiap hari. Angka tersebut diperkirakan meningkat hingga 41% pada 2030. Selain itu, dalam lima tahun ke depan, satu dari tiga pengguna diperkirakan akan mengakses AI melalui berbagai perangkat sekaligus.
Peran Strategis Jaringan 5G
Jaringan 5G dinilai akan memainkan peran strategis dalam mendukung perkembangan AI sekaligus memperkuat ekonomi digital Indonesia. Teknologi ini memungkinkan berbagai pengalaman digital baru seperti:
- Augmented reality (AR)
- Virtual reality (VR)
- Analitik video secara real-time
Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan jangkauan jaringan 5G mencapai 32% pada 2030. Secara global, jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai 2,9 miliar pada akhir 2025 dan meningkat menjadi 6,4 miliar pada 2031.
Kualitas Jaringan yang Diutamakan
Ericsson ConsumerLab menyoroti bahwa performa jaringan kini tidak lagi hanya diukur dari kecepatan unduhan. Kualitas uplink serta pengalaman aplikasi seperti video call kini menjadi faktor penting dalam menentukan kepuasan pengguna terhadap jaringan 5G.
Integrasi antara AI dalam jaringan (AI for networks) serta pemanfaatan jaringan untuk mendukung aplikasi AI (Networks for AI) disebut menjadi kunci dalam menciptakan layanan yang lebih adaptif, efisien, serta berbasis kebutuhan pengguna.
Data dan Metodologi Penelitian
Survei dalam laporan Ericsson ini dilakukan pada Juni hingga Agustus 2025, melibatkan lebih dari 43.000 pengguna smartphone berusia 15-69 tahun di 27 negara, termasuk Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 34.000 responden merupakan pengguna aktif 5G.
Ericsson menyebutkan bahwa integrasi AI dan 5G dapat meningkatkan kecerdasan jaringan sekaligus mempersiapkan evolusi teknologi komunikasi generasi berikutnya. "Dengan kepemimpinan global Ericsson di 5G dan pengalaman implementasi di 206 jaringan 5G aktif di 85 negara, kami berada di posisi yang tepat untuk mendukung operator di Indonesia," kata Ronni.



