Waspada Akun Telegram Palsu 'INAEEWS', BMKG Ungkap Penjelasan Lengkap
Waspada Akun Telegram Palsu 'INAEEWS', Ini Penjelasan BMKG

BMKG Peringatkan Masyarakat Soal Akun Telegram Palsu yang Mengatasnamakan INAEEWS

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mewaspadai keberadaan akun Telegram palsu yang mengklaim sebagai sistem peringatan dini gempa bumi INAEEWS. Akun tersebut diketahui telah aktif menyebarkan informasi-informasi terkait gempa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menyebarkan Informasi Gempa yang Tidak Valid

Menurut penjelasan rinci dari BMKG, akun Telegram palsu ini beroperasi dengan cara memberikan notifikasi atau pemberitahuan palsu mengenai kejadian gempa bumi. Informasi yang disebarkan seringkali tidak sesuai dengan data resmi yang dikeluarkan oleh BMKG sebagai satu-satunya lembaga otoritatif di Indonesia untuk pemantauan dan peringatan dini gempa.

"Kami mendapati adanya akun-akun tidak resmi yang memanfaatkan nama INAEEWS," jelas pernyataan resmi dari BMKG. "Mereka menyebarkan data gempa yang tidak akurat dan dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat."

INAEEWS Adalah Sistem Resmi BMKG

Perlu dipahami dengan jelas bahwa Indonesia Earthquake Early Warning System (INAEEWS) merupakan sistem peringatan dini gempa bumi yang dikembangkan dan dioperasikan secara sah oleh BMKG. Sistem ini berfungsi untuk memberikan peringatan beberapa detik sebelum guncangan gempa kuat terjadi, dengan tujuan utama untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

"INAEEWS adalah aset nasional yang sangat penting dalam mitigasi bencana gempa," tegas BMKG. "Penggunaannya harus melalui saluran-saluran resmi yang telah ditetapkan."

Rekomendasi BMKG untuk Masyarakat

Untuk menghindari informasi yang menyesatkan, BMKG memberikan beberapa rekomendasi penting kepada publik:

  1. Hanya mengandalkan informasi dari sumber resmi BMKG melalui situs web bmkg.go.id, aplikasi mobile InfoBMKG, atau akun media sosial resmi @infoBMKG.
  2. Tidak menyebarkan informasi gempa dari sumber yang tidak jelas atau akun-akun anonim di platform seperti Telegram.
  3. Segera melaporkan akun-akun mencurigakan yang mengatasnamakan BMKG atau INAEEWS kepada pihak berwenang.

BMKG juga menekankan bahwa penyebaran informasi palsu terkait gempa bumi dapat dikenai sanksi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena berpotensi menimbulkan keresahan sosial dan mengganggu upaya mitigasi bencana yang sebenarnya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya informasi yang akurat, diharapkan insiden seperti akun Telegram palsu ini tidak lagi terjadi dan kepercayaan publik terhadap lembaga resmi seperti BMKG tetap terjaga dengan baik.