4 Kesalahan Umum Saat Merapikan Rumah yang Bikin Berantakan
4 Kesalahan Umum Saat Merapikan Rumah Menurut Pakar

Menjaga kerapian rumah sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Alih-alih menjadi rapi, aktivitas membereskan rumah atau decluttering tidak jarang justru berakhir dengan kekacauan baru akibat metode yang keliru. Dilansir dari BBC, Minggu (28/6/2026), pakar penataan rumah sekaligus mantan asisten pribadi eksekutif bisnis, Dilly Carter, mengungkapkan ada empat kesalahan umum yang paling sering dilakukan seseorang saat merapikan rumah.

Kesalahan Pertama: Tidak Memiliki Rencana yang Jelas

Menurut Carter, banyak orang langsung memulai decluttering tanpa menentukan tujuan atau strategi. Akibatnya, barang-barang hanya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain tanpa benar-benar tersortir. "Tanpa rencana, Anda hanya memindahkan kekacauan, bukan menyelesaikannya," ujar Carter. Ia menyarankan untuk menentukan zona mana yang akan dirapikan terlebih dahulu dan menetapkan kriteria barang yang akan disimpan, dibuang, atau disumbangkan.

Kesalahan Kedua: Menyimpan Barang karena Alasan Emosional

Kesalahan lainnya adalah menyimpan barang hanya karena kenangan atau perasaan bersalah. Carter menjelaskan bahwa barang-barang seperti hadiah dari mantan atau pakaian yang tidak pernah dipakai sering kali menumpuk. "Jika barang tersebut tidak memberikan kebahagiaan atau fungsi, lebih baik dilepaskan. Menyimpannya hanya akan membebani ruang dan pikiran Anda," katanya. Ia merekomendasikan untuk mengambil foto barang berharga secara emosional sebelum melepaskannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesalahan Ketiga: Membeli Peralatan Penyimpanan Sebelum Decluttering

Banyak orang tergoda membeli kotak, keranjang, atau rak sebelum benar-benar merapikan. Carter menegaskan bahwa langkah ini justru kontraproduktif. "Peralatan penyimpanan hanya akan menjadi tempat penampungan barang-barang yang seharusnya dibuang. Decluttering harus dilakukan terlebih dahulu, baru beli tempat penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan," ujarnya. Hal ini juga mencegah pemborosan uang untuk barang yang tidak diperlukan.

Kesalahan Keempat: Ingin Merapikan Seluruh Rumah Sekaligus

Kesalahan terakhir adalah ambisi untuk merapikan seluruh rumah dalam satu waktu. Carter mengingatkan bahwa decluttering membutuhkan waktu dan energi. "Jika Anda mencoba menyelesaikan semuanya sekaligus, Anda akan cepat lelah dan justru meninggalkan kekacauan di tengah jalan. Pecah menjadi bagian-bagian kecil, misalnya satu laci atau satu lemari per hari," sarannya. Pendekatan bertahap ini lebih efektif dan mengurangi stres.

Carter menambahkan bahwa kesalahan-kesalahan ini tidak hanya membuat rumah terasa semakin sempit, tetapi juga bisa memicu beban mental bagi penghuninya. Dengan menghindari empat kesalahan tersebut, proses decluttering dapat berjalan lebih lancar dan rumah pun menjadi lebih nyaman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga