PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) memperkuat perannya dalam transformasi digital sektor maritim melalui pengembangan layanan AIS Data, sebuah platform berbasis satelit yang mengubah data pergerakan kapal menjadi informasi strategis bagi dunia usaha dan pemangku kepentingan.
Layanan AIS Data untuk Kebutuhan Industri
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap data akurat, cepat, dan dapat diandalkan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Di sektor maritim, data Automatic Identification System (AIS) tak lagi sekadar berfungsi sebagai alat pelacakan posisi kapal, tapi berkembang menjadi sumber informasi bernilai tinggi untuk memetakan aktivitas pelayaran, logistik, perdagangan, hingga dinamika ekonomi suatu wilayah.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan global, Indonesia dinilai memiliki kebutuhan yang semakin besar terhadap ketersediaan data maritim yang komprehensif.
Kombinasi Teknologi Satelit dan Stasiun Terestrial
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsat menghadirkan layanan AIS Data yang memanfaatkan kombinasi teknologi satelit dan stasiun AIS terestrial yang ditempatkan di sejumlah lokasi strategis di wilayah pesisir. Infrastruktur tersebut memungkinkan perusahaan mengumpulkan dan mengolah data aktivitas kapal dari berbagai wilayah perairan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro Kurnianto Widiawan, mengatakan bahwa data maritim saat ini telah menjadi aset strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi berbagai sektor industri.
"Data maritim saat ini telah berkembang menjadi strategic asset yang memiliki nilai sangat besar bagi berbagai sektor industri. Tidak hanya memberikan informasi mengenai posisi kapal, tetapi juga mampu menghasilkan insight yang mendukung efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, pengelolaan risiko, hingga pengembangan peluang bisnis baru," ujar Anggoro.
Insight untuk Efisiensi dan Peluang Bisnis
Menurutnya, kebutuhan terhadap data maritim yang akurat dan real-time akan terus meningkat seiring berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis laut, mulai dari pelayaran, logistik, energi, perikanan, asuransi, hingga sektor keuangan.
Melalui layanan AIS Data, pelanggan dapat mengakses berbagai informasi penting, seperti identitas kapal, posisi dan rute pelayaran, histori perjalanan, aktivitas pelabuhan, serta sejumlah parameter lain yang dapat diolah menjadi dasar perencanaan operasional maupun strategi bisnis.
Anggoro menilai perkembangan teknologi satelit turut membuka peluang baru dalam menghadirkan pemantauan aktivitas maritim secara lebih menyeluruh. Dengan cakupan yang mampu menjangkau wilayah laut yang luas, pengumpulan data dapat dilakukan secara lebih komprehensif sehingga menghasilkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi di lapangan.
"Kebutuhan pelanggan saat ini tidak hanya berhenti pada konektivitas, tetapi juga bagaimana data dapat diolah menjadi informasi yang bernilai dan mendukung pengambilan keputusan. Karena itu, Telkomsat terus memperkuat kapabilitas di bidang data dan analytics untuk menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi pelanggan," katanya.
Peran Strategis bagi Ekosistem Maritim Nasional
Selain mendukung kebutuhan operasional perusahaan, layanan AIS Data juga dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem maritim nasional. Ketersediaan data akurat dan berkelanjutan dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan wilayah laut, mendukung pengembangan ekonomi maritim, serta memperkuat kemampuan berbagai pemangku kepentingan dalam memahami aktivitas pelayaran dan perdagangan di perairan Indonesia.
Pengembangan AIS Data menjadi bagian dari strategi Telkomsat untuk memperluas pemanfaatan teknologi satelit dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penyedia layanan berbasis data. Melalui integrasi infrastruktur satelit, stasiun terestrial, dan kemampuan analitik, Telkomsat optimistis dapat menciptakan nilai tambah baru sekaligus mendorong digitalisasi industri maritim yang semakin membutuhkan informasi cepat, akurat, dan transparan.



