Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun kepada siapa pun yang tertangkap melakukan vandalisme di Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington, D.C. Ancaman ini muncul setelah kolam tersebut baru saja selesai direnovasi, namun cat biru khas bendera Amerika yang digunakan justru memudar dalam waktu singkat.
Renovasi Kontroversial Tanpa Lelang
Pemerintahan Trump sebelumnya menggelontorkan dana sebesar 14,7 juta dolar AS (sekitar Rp260 miliar) kepada perusahaan Atlantic Industrial Coatings tanpa melalui proses lelang. Renovasi dilakukan untuk melapisi ulang kolam dengan cat biru khas bendera Amerika menjelang perayaan hari jadi ke-250 Amerika Serikat yang akan berlangsung Juli mendatang.
Namun, tidak lama setelah renovasi selesai, cat pada kolam mulai mengelupas dan airnya berubah menjadi hijau akibat pertumbuhan lumut. Kolam berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 600 meter tersebut kini akan dikeringkan dan direnovasi kembali oleh perusahaan pelaksana sebagai bagian dari garansi proyek, demikian pernyataan para pejabat terkait pada Senin (22/06).
Trump Sebut Pelaku 'Sakit dan Menyimpang'
Trump menyalahkan sejumlah orang yang tidak disebutkan namanya dan menyebut mereka sebagai individu yang 'sakit dan menyimpang' karena diduga melakukan perusakan terhadap kolam tersebut. 'Di antara patung-patung dan air mancur yang kami bangun kembali, renovasi dan bersihkan, satu-satunya yang dirusak oleh para pelaku adalah area kolam. Masalah ini sedang ditangani secepat mungkin!' tulis Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada hari Senin (22/06).
'Akan ada ancaman hukuman penjara selama 10 tahun bagi siapa pun yang merusak atau berusaha merombak fasilitas tersebut, aturan tersebut akan berlaku dengan tegas!' tambahnya.
Tidak Ada Bukti Vandalisme
Namun, Trump tidak memberikan bukti apa pun terkait dugaan aksi vandalisme tersebut. Ia juga menuding adanya retakan sepanjang 80–90 meter pada permukaan kolam yang kemungkinan disebabkan oleh sayatan benda tajam. 'Para pelaku merusaknya dengan pisau,' katanya tanpa menyertakan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.
Saat ini lima orang telah ditangkap atas dugaan vandalisme terhadap kolam tersebut, sementara lima orang lainnya menerima surat pelanggaran. Salah satu orang yang ditangkap adalah seorang mantan atlet olimpiade, yang secara terbuka membantah tuduhan tersebut.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris dan diadaptasi oleh Athif Aiman. Editor: Yuniman Farid.



