Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tiga kapal induk AS beroperasi secara bersamaan di Timur Tengah. Kehadiran kapal induk ini terjadi saat gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran masih bertahan.
Pengerahan Tiga Kapal Induk
Dalam pernyataan resmi di media sosial X, CENTCOM menyatakan bahwa USS Abraham Lincoln (CVN 72), USS Gerald R. Ford (CVN 78), dan USS George H.W. Bush (CVN 77) kini beroperasi di kawasan Timur Tengah. Ketiga kapal induk ini membawa lebih dari 200 pesawat dan 15.000 personel, termasuk pelaut dan Marinir.
USS George H.W. Bush Tiba Terakhir
USS George H.W. Bush, kapal induk ketiga yang dikerahkan, tiba di Samudra Hindia pada 23 April setelah berlayar dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk di Virginia. Kapal kelas Nimitz ini bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang sudah lebih dulu berada di Timur Tengah selama konflik antara AS dan Israel melawan Iran.
Latar Belakang Konflik
AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel dan negara-negara Teluk yang memiliki aset militer AS. Gencatan senjata yang dimulai pada 8 April menghentikan sementara serangan-serangan tersebut.
Sebagian besar serangan AS terhadap Iran dilancarkan dari USS Abraham Lincoln yang beroperasi di Laut Arab. Sementara itu, USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, sempat berlayar ke Kroasia untuk perbaikan setelah kebakaran di ruang laundry pada 12 Maret, kini beroperasi di Laut Merah.
Dampak Pengerahan
Pengerahan tiga kapal induk ini mempertahankan kehadiran angkatan laut AS yang signifikan di Timur Tengah, di tengah kebuntuan perundingan damai dengan Iran. CENTCOM menegaskan bahwa langkah ini menunjukkan komitmen AS terhadap stabilitas kawasan.



