Warga Palestina Gunakan Hak Suara dalam Pemilu Daerah Pertama Pasca Perang Gaza
Warga Palestina Ikut Pemilu Daerah Pertama Setelah Perang Gaza

Warga Palestina di Tepi Barat dan wilayah tengah Jalur Gaza menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan umum daerah pada Sabtu (25/4) waktu setempat. Ini merupakan pemilu pertama yang digelar di wilayah Palestina sejak perang Gaza meletus pada tahun 2023 lalu.

Partisipasi Pemilih dan Lokasi Pemungutan Suara

Menurut Komisi Pemilihan Pusat yang berbasis di Ramallah, Tepi Barat, hampir 1,5 juta orang terdaftar sebagai pemilih di Tepi Barat, sementara 70.000 lainnya terdaftar di wilayah Deir el-Balah, Jalur Gaza bagian tengah. Tempat pemungutan suara dibuka mulai pukul 07.00 pagi waktu setempat.

Rekaman video AFP dari Al-Bireh di Tepi Barat dan Deir el-Balah di Jalur Gaza menunjukkan petugas pemilu siaga di sejumlah TPS, saat warga Palestina mulai berdatangan untuk memberikan suara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Alasan Pemilu Hanya di Deir el-Balah

Ilmuwan politik Universitas Al-Azhar di Kairo, Jamal al-Fadi, menjelaskan bahwa pemilu di Deir el-Balah dimaksudkan sebagai eksperimen untuk menguji keberhasilan atau kegagalannya, karena tidak ada jajak pendapat pasca-perang. Area ini dipilih karena sebagian besar penduduknya tetap tinggal dan tidak mengungsi akibat perang antara Hamas dan Israel yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Bagi warga Gaza, yang berada di bawah kendali Hamas sejak 2007, pemilu ini merupakan yang pertama sejak pemilu legislatif 2006 yang dimenangkan Hamas.

Dominasi Fatah dan Ketidakhadiran Hamas

Dalam pemilu kali ini, sebagian besar kandidat berafiliasi dengan Partai Fatah yang beraliran sekuler-nasionalis dan dipimpin Presiden Mahmoud Abbas, atau mencalonkan diri sebagai independen. Tidak ada kandidat dari Hamas, saingan utama Fatah yang menguasai hampir separuh Jalur Gaza. Di sebagian besar kota, kandidat Fatah bersaing dengan independen dari faksi seperti Front Populer untuk Pembebasan Palestina.

Sikap Skeptis Warga

Mahmud Bader, seorang pengusaha dari Tulkarem, Tepi Barat, mengatakan ia akan memilih meski tidak berharap banyak. "Apakah kandidat independen atau partisan, tidak berpengaruh bagi kota ini. Pendudukan Israel yang menguasai Tulkarem. Ini hanya citra untuk media internasional," ujarnya.

Di banyak kota Tepi Barat seperti Nablus dan Ramallah, hanya satu daftar kandidat yang diajukan, sehingga otomatis menang tanpa pemungutan suara.

Penutupan TPS dan Penghitungan Suara

Tempat pemungutan suara di Tepi Barat ditutup pukul 19.00, sedangkan di Deir el-Balah pukul 17.00 untuk memfasilitasi penghitungan suara saat masih terang karena kurangnya pasokan listrik di wilayah yang hancur akibat perang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga