Safari Ramadan Partai NasDem: Gabungkan Aksi Sosial dan Strategi Data untuk Pemilu 2029
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan partainya dengan dua agenda utama yang berfokus pada kepedulian sosial dan persiapan politik jangka panjang. Kegiatan ini dimulai dengan pembagian sembako gratis kepada masyarakat di Kabupaten Batang, yang kemudian dilanjutkan dengan konsolidasi internal bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Tengah di Salatiga.
Pembagian Sembako sebagai Wujud Kepedulian Sosial
Di rumah aspirasi anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo di Kabupaten Batang, ratusan paket bantuan sembako disalurkan kepada warga setempat. Aksi ini menjadi bagian dari semangat berbagi dalam menyambut bulan suci Ramadan, dengan tujuan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. "Ramadan adalah momentum untuk berbagi dan memperkuat empati. Kehadiran kita harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Saan Mustopa dalam keterangannya pada Senin, 23 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial ini mencerminkan komitmen partai untuk peduli terhadap kesejahteraan rakyat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga.
Konsolidasi Internal dengan Pendekatan Berbasis Data
Setelah agenda sosial, Saan Mustopa memimpin konsolidasi internal bersama jajaran DPW Partai NasDem Jawa Tengah di Salatiga. Forum ini dihadiri oleh sejumlah anggota DPR RI, termasuk Yoyok Riyo Sudibyo, Sugeng Suparwoto, Nafa Urbach, dan Sri Wulan, serta perwakilan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dalam lingkup kerja DPW Jawa Tengah. Pembahasan utama difokuskan pada penelusuran jejak elektoral berbasis data sebagai persiapan strategis menghadapi kontestasi Pemilu 2029.
Saan menjelaskan bahwa DPP Partai NasDem kini memperkuat pendekatan politik dengan mengandalkan riset dan data ilmiah. Untuk mendukung hal ini, partai telah merekrut tenaga ahli di bidang political science yang memiliki latar belakang akademik S2 dan S3 dari Harvard University. Data-data politik yang telah diolah secara akademis kemudian dipaparkan kepada jajaran DPW Jawa Tengah sebagai bahan evaluasi dan dasar perencanaan strategis. "Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan insting politik. Semua harus berbasis data. Kita membaca tren, membaca pergerakan pemilih, dan memetakan potensi secara objektif," tegas Saan.
Penguatan Mentalitas dan Infrastruktur Partai
Selain pendekatan berbasis data, Saan Mustopa juga menekankan pentingnya membangun mentalitas petarung dan mentalitas pemenang di kalangan kader partai. Ia menyatakan bahwa tantangan politik pada Pemilu 2029 akan semakin kompetitif, sehingga diperlukan optimisme, tekad kuat, dan ambisi untuk menang. "Tantangan 2029 akan semakin kompetitif. Karena itu, yang pertama harus ditanamkan adalah mentalitas petarung dan pemenang. Optimisme, tekad kuat, dan ambisi untuk menang harus menjadi karakter seluruh kader," ujarnya.
Hal kedua yang tak kalah penting adalah kesiapan infrastruktur partai. Saan menegaskan bahwa prasyarat bagi partai politik untuk menjadi besar terletak pada struktur yang terbangun secara terstruktur, masif, dan sistemik hingga ke tingkat paling bawah. "Partai besar bukan hanya karena figur, tetapi karena strukturnya hidup, bekerja, dan bergerak secara sistemik. Struktur yang kuat adalah fondasi kemenangan," katanya. Kombinasi antara kepedulian sosial, pendekatan ilmiah berbasis data, serta penguatan mentalitas dan infrastruktur partai menjadi fokus utama dalam agenda hari tersebut.
Safari Ramadan sebagai Momentum Strategis
Melalui rangkaian kegiatan Safari Ramadan ini, Saan Mustopa menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya ruang spiritual dan sosial, tetapi juga momentum untuk memperkuat fondasi organisasi dan strategi politik secara terukur menuju Pemilu 2029. Dengan menggabungkan aksi nyata di lapangan dan perencanaan berbasis data, Partai NasDem berupaya membangun citra yang solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan politik masa depan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan elektabilitas partai dan mempersiapkan kader-kadernya untuk kontestasi yang lebih ketat di tahun-tahun mendatang.