Qodari Sindir Pembubaran Diskusi UGM: Tak Setuju? Bikin Forum Sendiri
Qodari: Tak Setuju Diskusi UGM? Bikin Forum Sendiri

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, melontarkan sindiran tajam kepada sejumlah pihak yang menggeruduk dan membubarkan acara diskusi tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin (15/6) malam.

Qodari: Demokrasi Bukan dengan Membubarkan

Dalam wawancara di program Inside Story With Diana Valencia di CNN Indonesia, Selasa (16/6), Qodari menegaskan bahwa ketidaksetujuan terhadap suatu forum seharusnya dijawab dengan forum lain, bukan dengan tindakan anarkis membubarkan acara.

“Saya bilang caranya sederhana saja. Kalau Anda enggak setuju formatnya, enggak setuju isinya, enggak setuju semuanya, ya Anda bikin forum sendiri,” ujar Qodari.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Acara Berizin dan Prosedural

Menurut Qodari, acara dialog yang menghadirkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko itu telah memiliki izin dan memenuhi prosedur yang berlaku. Sebagai acara di lingkungan kampus, seharusnya mahasiswa yang tidak setuju dapat merespons dengan cara yang lebih konstruktif.

“Itulah yang namanya saya kira demokrasi. Namanya demokratis. Jadi Anda misalnya enggak setuju dengan survei Qodari, ya Anda bikin survei sendiri,” tambahnya.

Apresiasi terhadap Pejabat yang Hadir

Qodari memuji keberanian para pejabat yang hadir dalam diskusi tersebut. Ia menilai kehadiran mereka sebagai bukti bahwa pemerintah bersikap demokratis dan mau mendengarkan aspirasi mahasiswa. Bahkan, Nusron Wahid mengajak mahasiswa untuk meninjau langsung proyek food estate yang menjadi salah satu topik kritik.

“Menurut saya luar biasa. Tidak sama sekali kemudian menghindar atau melarang datang. Kurang demokratis apa. Nah kalau ada masalah ya kita selesaikan,” katanya.

Sebelumnya, aksi pembubaran diskusi ini dipicu oleh ketidakpuasan sejumlah mahasiswa terhadap isi dan format acara. Namun, Qodari menegaskan bahwa tindakan membubarkan forum bukanlah solusi dalam iklim demokrasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga