Pujian Mengalir untuk Momen Gandeng Tangan Prabowo dan Megawati
Pujian untuk Momen Gandeng Tangan Prabowo-Megawati

Momen Presiden Prabowo Subianto bergandengan tangan dengan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menuai pujian dari berbagai kalangan. Banyak pihak menilai positif momen kedekatan kedua tokoh bangsa tersebut.

Peristiwa itu terjadi setelah upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026). Awalnya, Prabowo terlihat berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) serta Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin. Sementara itu, Megawati berdiri di belakang JK dan Ma'ruf Amin. Prabowo kemudian mempersilakan Megawati, JK, dan Ma'ruf Amin untuk berjalan. Namun, Megawati justru mengajak Prabowo berjalan bersama. Ia tampak menggandeng tangan Prabowo, dan keduanya berjalan sambil tertawa.

Gambar Positif Antarelite Politik

Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Daulay, merespons momen tersebut. Menurutnya, momen itu menjadi gambaran positif hubungan antarelite politik. "Momentum itu adalah potret yang sangat baik. Ada keakraban antarelite politik. Di tengah dinamika politik global dan lokal yang dinamis, semua pihak diharapkan menjaga keteduhan," kata Saleh kepada wartawan pada Selasa (2/6/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Saleh menambahkan bahwa Prabowo dan Megawati dikenal memiliki hubungan dekat. Meski kerap ada perbedaan pandangan, penyelesaiannya dilakukan secara bijak. "Prabowo dan Megawati itu kan dekat. Setahu saya, mereka banyak mengambil jalan yang sama. Kalaupun ada perbedaan, komunikasi politik selalu terjalin. Karenanya, persoalan yang ada bisa dicarikan penyelesaiannya secara bijaksana," ujarnya.

PAN menyambut baik jika seluruh tokoh politik dapat terus menjaga kebersamaan. Menurut Saleh, tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. "PAN tentu ikut senang jika semua tokoh politik bergandeng tangan. Persoalan bangsa Indonesia masih banyak. Tidak bisa dikerjakan secara sektoral. Semua diharapkan ambil bagian. Karena masing-masing memiliki keahlian dan kontribusi yang dibutuhkan," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya mempertahankan kerja sama lintas partai. "Politik nasional kita kan sekarang sangat baik. Itu harus dipertahankan dalam bentuk kerja sama lintas partai. Ini kekuatan yang harus dipertahankan ke depan," sambungnya. Menurutnya, Indonesia dianggap kuat bila hubungan antarelite politiknya baik. "Malah sebaliknya, Indonesia dipandang sebagai negara kuat karena semua kekuatan politik yang ada bersatu padu dalam ikatan NKRI," tuturnya.

Patut Dicontoh

Partai NasDem juga menyambut baik momen gandengan tangan Prabowo dengan Megawati. NasDem menilai kedekatan itu patut dicontoh. "Kita menyambut gembira suasana kedekatan Presiden dengan mantan presiden. Memang demikianlah seharusnya para negarawan terus membangun kebersamaan untuk memajukan negeri," kata Sekjen NasDem Hermawi Taslim kepada wartawan pada Selasa (2/6/2026).

Hermawi berharap hubungan baik yang ditunjukkan Prabowo dan Megawati dapat menjadi teladan bagi tokoh-tokoh bangsa lainnya. "Semoga relasi dan suasana yang baik itu diikuti oleh negarawan lain di Tanah Air demi kemajuan Indonesia Raya," ujarnya. Menurutnya, kedekatan itu mencerminkan solidnya persatuan. "Tentu, persatuan elite adalah syarat utama untuk kita bersama-bersama mempererat persatuan demi kemajuan bangsa dan negara," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni. Ia mengaku senang dengan adanya momen tersebut. "Saya jujur, sebagai rakyat dan juga politisi, senang sekali melihat kejadian ini. Di samping karena mereka memang punya histori hubungan yang sangat erat, 'kemesraan' dari dua negarawan bangsa ini mencerminkan betapapun bergejolaknya situasi negeri, persatuan dan kekeluargaan tetap nomor satu," ujarnya.

Namun, ia menilai momen tersebut juga memiliki makna positif dari sisi politik. Menurutnya, kedekatan Prabowo dan Megawati memperlihatkan bahwa pemerintah dan pihak di luar pemerintahan tetap mengedepankan stabilitas politik nasional. "Dari sisi politik juga saya rasa ini baik dan menunjukkan pemerintah dan partai oposisi tetap fokus menjaga stabilitas politik di tengah situasi global yang sedang tidak menguntungkan Indonesia," tuturnya. "Tapi saya yakin Pak Prabowo bisa handle negeri tercinta ini jadi negara yang hebat dan kuat," imbuh dia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Sosok Negarawan

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, turut menanggapi gandengan tangan kedua tokoh tersebut. Ia mengatakan bahwa meski berada di luar pemerintahan, Megawati memiliki sikap negarawan. "Itu dia. Ini contoh kebalikannya dari yang ditunjukkan Pak Dino, apa yang Ibu Mega lakukan. Bu Mega itu walaupun di partainya di luar pemerintahan, tetap menunjukkan sikap yang elegan sebagai negarawan," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026).

Ia menyebut Ketua Umum PDIP itu menghormati Prabowo sebagai presiden. Habiburokhman kemudian menyoroti sikap kader PDIP yang tetap kritis terhadap pemerintah. "Sebagai presiden yang pernah menjabat ya, beliau menghormati Pak Prabowo sebagai presiden yang saat ini menjabat. Kalau misalnya dari DPR ada kader-kader Bu Mega menyampaikan kritik, kan itu memang sudah seharusnya," ujar Habiburokhman. "Tapi Bu Mega-nya sendiri itu sangat elegan menghormati ya posisi Pak Prabowo dan sebagai sesama tokoh bangsa ya, menunjukkan komitmen yang kuat untuk membatasi polarisasi," tambahnya.

Habiburokhman mengatakan sikap yang ditunjukkan Megawati bijak dan mampu membatasi polarisasi. Ia kemudian menyinggung kembali sosok Dino Patti Djalal. "Bukan malah ngompor-ngomporin seperti Dino gitu kan ya, tapi membatasi polarisasi. Jangan sampai bangsa ini selalu terkotak-kotak gitu kan ya. Nah ini contoh yang elegan dari Bu Mega kita sangat hormat, ya kita sangat respek contoh yang dilakukan oleh Ibu Mega ini," katanya.

Ia mengatakan hubungan Prabowo dan Megawati harmonis. Komunikasi antar-elite politik sudah berjalan baik. "Ya sangat harmonis ya, saya sendiri apa namanya, dari dulu ya sejak Pak Prabowo belum Presiden ya, Pak Prabowo Presiden sering menjadi saksi bagaimana beliau-beliau masih menjalin komunikasi yang amat baik di level paling tinggi itu menjalin komunikasi yang amat baik," ungkapnya.

Jadi Teladan

Sekretaris Jenderal PKB, Hasanuddin Wahid (Cak Udin), menilai momen tersebut menjadi teladan yang patut dicontoh oleh seluruh pemimpin dan elite bangsa. Ia menyebut tidak ada masalah bangsa yang tidak bisa diselesaikan jika semuanya bersatu. "Bagus dan menjadi teladan yang patut dicontoh. Jika semua pemimpin negeri dan elite bangsa bergandengan tangan, bekerja sama bergotong royong bersatu padu, maka tidak ada masalah negara yang tidak terselesaikan," kata Cak Udin kepada wartawan pada Selasa (2/6/2026).

Ia menilai kebersamaan antartokoh bangsa tak cukup hanya ditunjukkan secara simbolis. Menurutnya, semangat bergandengan tangan harus diwujudkan dalam pembangunan nasional. "Gandengan tangan yang sejati adalah gandengan tangan para elite mengurus negeri agar ekonomi semakin baik, agar pengangguran semakin terus berkurang, dan seperti yang Presiden Prabowo impikan bahwa kedaulatan ekonomi harus segera terwujud nyata," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPP PKB, Daniel Johan. Ia mengatakan kedekatan Prabowo dan Megawati sangat menyejukkan. "Tentu ini menjadi pemandangan yang menyejukkan. Ini adalah simbol nyata bahwa para tokoh bangsa mampu menempatkan kepentingan nasional sebagai yang utama," katanya.

Menurutnya, kedekatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kebangsaan. Ia menegaskan bahwa kedekatan bukan hanya sekadar retorika, "Melainkan benar-benar diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata para pemimpin kita, dan momentum Hari Lahir Pancasila adalah saat yang paling tepat untuk menegaskan kembali nilai-nilai kebersamaan itu, karena Pancasila lahir justru dari semangat menyatukan perbedaan," ujarnya.

Ia pun mengaku bangga atas sikap negarawan yang dimiliki Prabowo dan Megawati. Ia berharap momen kedekatan ini dapat menjadi energi positif. "Kami ikut bangga atas sikap keduanya yang memberikan teladan bagi seluruh rakyat Indonesia bahwa dalam perbedaan pandangan sekalipun, para negarawan sejati selalu bisa berjalan beriringan demi kemajuan bangsa," tuturnya. "Semoga momen ini menjadi energi positif yang mendorong seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu, saling menghargai, dan bersama-sama memikirkan langkah terbaik bagi Indonesia ke depan," imbuh dia.