Pemukim Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Tepi Barat, Sejumlah Korban Tewas dan Terluka
Tentara Israel melaporkan serangkaian serangan pembakaran yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Insiden ini terjadi pada Sabtu malam, 21 Maret 2026, dan menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka serta properti mereka hancur.
"Tadi malam, pasukan IDF dan polisi perbatasan dikerahkan ke beberapa desa Palestina... menyusul laporan tentang warga sipil Israel yang melakukan tindakan pembakaran terhadap bangunan dan properti, serta terlibat dalam kerusuhan di daerah tersebut," kata militer Israel dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP, Minggu (22/3/2026).
Kekerasan Meningkat Sejak Perang Gaza
Kekerasan mematikan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat telah meningkat secara signifikan sejak dimulainya perang di Timur Tengah. Enam warga Palestina tewas ditembak dalam serangan pemukim di Tepi Barat sejak 1 Maret 2026, menurut perhitungan data dari kementerian kesehatan yang berbasis di Ramallah.
Insiden pembakaran ini terjadi setelah tentara Israel melaporkan kematian seorang warga sipil Israel pada Sabtu (21/3), yang diduga terkait dengan tabrakan kendaraan Palestina dan Israel. Polisi Israel sedang menyelidiki apakah insiden tersebut "terkait teror", meskipun belum ada konfirmasi resmi.
Korban Jiwa yang Signifikan
Menurut perhitungan AFP berdasarkan angka kementerian kesehatan Palestina, pasukan atau pemukim Israel telah membunuh setidaknya 1.050 warga Palestina di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza. Banyak dari korban tersebut adalah militan, tetapi puluhan warga sipil juga termasuk dalam angka tersebut.
Di sisi lain, angka resmi Israel menyebutkan bahwa 45 warga Israel, termasuk tentara dan warga sipil, tewas dalam serangan Palestina atau selama operasi militer Israel. Kekerasan di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967, secara lebih luas meningkat tajam setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel memicu perang Gaza.
Respons Keamanan dan Kondisi Pengungsi
Pasukan keamanan Israel mengutuk kekerasan dalam bentuk apa pun dan berjanji untuk terus bertindak menjaga keamanan penduduk serta ketertiban umum di daerah tersebut. Namun, kantor berita Palestina WAFA melaporkan bahwa beberapa warga Palestina terluka dalam serangan pembakaran terbaru ini.
Kondisi ini diperparah dengan laporan bahwa 36.000 warga Tepi Barat telah mengungsi dalam setahun terakhir, sebuah angka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Situasi ini menunjukkan eskalasi konflik yang terus berlanjut dan dampak humaniternya yang luas terhadap masyarakat Palestina.



