Muswil DPW PPP Sulawesi Tengah Sukses Digelar di Palu, Hasilkan Formatur Baru
Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tengah telah berlangsung dengan sukses di Kota Palu. Acara ini dipastikan berjalan lancar dan dihadiri oleh mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh provinsi tersebut, menandai langkah penting dalam konsolidasi internal partai.
Penegasan Keabsahan Muswil oleh Pimpinan PPP
Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Imam Fauzan A Uskara, dengan tegas membantah isu-isu yang menyebutkan bahwa Muswil ini batal atau gagal. "Alhamdulillah Muswil tetap digelar. Isu yang mengatakan Muswil batal atau gagal itu tidak benar," ujar Fauzan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa meskipun sempat terjadi dinamika, Muswil tetap terlaksana pada 6 Maret 2026 dan dihadiri oleh mayoritas ketua DPC se-Sulawesi Tengah.
Fauzan menambahkan bahwa forum Muswil berlangsung dalam kondisi aman dan lancar, yang pada akhirnya menghasilkan formatur. Formatur ini akan bertugas untuk menyusun kepengurusan baru DPW PPP Sulawesi Tengah. "Kami berharap formatur yang telah ditetapkan dapat segera menyelesaikan dan merampungkan tugasnya. Nantinya akan dibentuk kepengurusan baru yang kemudian akan diterbitkan SK-nya oleh DPP PPP," kata Fauzan.
Dukungan dari Berbagai DPC Berdasarkan Amanat Konstitusi Partai
Ketua DPC PPP Kabupaten Banggai, Sofansyah Yunan, menegaskan bahwa dia bersama dengan DPC lainnya sepakat untuk melaksanakan Muswil DPW PPP Sulawesi Tengah. Kesepakatan ini didasarkan pada amanat konstitusi partai yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). "Pelaksanaan Muswil ini adalah perintah konstitusi yang tertuang dalam AD/ART. Setelah Muktamar, dalam waktu tiga bulan harus dilaksanakan Muswil," jelas Sofansyah Yunan.
Ia menekankan bahwa karena itu, mereka bersepakat untuk melaksanakan Muswil di Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya di Palu. "Ini adalah perintah konstitusi dan sifatnya sah," tambahnya. Senada dengan itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Toli-Toli, Muh Saleh, juga menegaskan bahwa pelaksanaan Muswil ini sah secara organisasi dan dihadiri oleh mayoritas DPC PPP se-Sulawesi Tengah.
Langkah Konsolidasi dan Persiapan Menuju Agenda Politik
Muh Saleh menjelaskan bahwa setelah Muswil tingkat wilayah rampung, pihaknya akan segera melanjutkan tahapan konsolidasi melalui musyawarah tingkat cabang. "Kegiatan hari ini merupakan pelaksanaan perintah konstitusi untuk melaksanakan Muswil, sehingga forum ini sah. Setelah Muswil tingkat wilayah rampung, kami akan melanjutkan konsolidasi musyawarah tingkat cabang," tutur Muh Saleh.
Langkah-langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029. Dengan terlaksananya Muswil ini, diharapkan konsolidasi internal PPP di Sulawesi Tengah semakin kuat dalam menghadapi berbagai agenda organisasi ke depan.
Kehadiran Mayoritas DPC dan Tantangan yang Dihadapi
Muswil tersebut dihadiri oleh mayoritas DPC PPP se-Sulawesi Tengah, meskipun beberapa DPC tidak dapat hadir karena berbagai alasan. Beberapa di antaranya adalah karena ketuanya telah meninggal dunia, sementara ada pula DPC yang masa berlaku surat keputusannya telah berakhir, seperti DPC PPP Kota Palu.
Namun, kehadiran mayoritas memastikan bahwa pelaksanaan Muswil tetap memenuhi unsur representasi dan berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi. Hal ini menjadi sangat penting mengingat waktu yang dimiliki partai untuk melakukan penataan struktur, penguatan kader, konsolidasi, hingga persiapan verifikasi Pemilu dan lainnya terbatas menjelang Pemilu 2029.
Dengan demikian, Muswil DPW PPP Sulawesi Tengah tidak hanya berhasil dilaksanakan, tetapi juga menandai awal dari proses pembaruan kepengurusan dan penguatan partai di tingkat daerah. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan PPP siap bersaing dalam kontestasi politik mendatang.
