Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad menyatakan harapannya agar Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) dapat memberikan tempat bagi para mantan karyawan Hotel Sultan setelah pengelolaan hotel tersebut resmi diambil alih. Pernyataan ini disampaikan Dasco di kompleks parlemen, Kamis (18/6).
Dasco: Karyawan Harus Diperhatikan
Menurut Dasco, pengelolaan hotel yang akan dilakukan oleh Kemensesneg diharapkan bisa mengakomodasi karyawan yang sebelumnya telah bekerja di Hotel Sultan. “Bahwa pengelolaan yang nantinya akan dilakukan oleh Kemensesneg itu tentunya kita harapkan akan kemudian juga memberikan tempat kepada karyawan-karyawan yang selama ini juga sudah bekerja di sana,” ujarnya.
Politikus Partai Gerindra itu mengaku akan segera berkoordinasi dengan Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) terkait nasib para eks karyawan. “Saya berharap dan akan melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian Sekretariat Negara,” tambah Dasco.
Pemerintah Minta Data Karyawan
Sementara itu, pemerintah melalui Wakil Menteri Sekretariat Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro telah meminta Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) untuk mendata dan memperhatikan nasib para karyawan yang terdampak pengambilalihan. Juri menegaskan bahwa para mantan karyawan akan diajak berkomunikasi dan diberi peluang untuk tetap beraktivitas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
“Kami dari Kementerian Sekretariat Negara minta kepada PPKGBK untuk bukan hanya mendata, tetapi betul-betul memperhatikan nasib dari karyawan Hotel Sultan ini. Jadi intinya kami tidak ingin mereka setelah pengambilalihan aset ini menjadi pihak yang dikorbankan,” kata Juri di Hotel Sultan, Jakarta.
Eksekusi Diwarnai Kericuhan
Proses eksekusi pengosongan Hotel Sultan sebelumnya sempat diwarnai kericuhan. Massa yang menolak eksekusi melempari petugas dengan batu dan botol air mineral. Sebagai respons, petugas menyemprotkan water cannon ke arah massa. Akibat insiden tersebut, sebanyak 119 orang ditangkap oleh polisi. Selain itu, 29 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk personel Polri, TNI, dan warga sipil. Namun, aparat berhasil meredam situasi dan pengambilalihan hotel dapat dilaksanakan.



