Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51". Hal ini mengingatkan kembali pada ambisinya untuk mencaplok Kanada menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Pernyataan Terbaru Trump
Seruan terbaru Trump disampaikan pada Senin (1/6) malam melalui unggahan di media sosial Truth Social. Trump membagikan artikel Bloomberg yang menyatakan bahwa Kanada telah memasuki "resesi teknis" untuk pertama kalinya sejak tahun 2020. Dalam unggahannya, Trump hanya menulis singkat, "Negara bagian ke-51!"
Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang oleh Duta Besar AS untuk Kanada, Pete Hoekstra, yang semakin memicu reaksi dari para pejabat Kanada.
Reaksi Keras Pejabat Kanada
Premier Ontario, Doug Ford, memberikan respons keras melalui media sosial X pada Selasa (2/6). "Saya tidak percaya harus mengatakan hal ini lagi, tetapi Kanada tidak akan pernah menjadi negara bagian ke-51. Kanada tidak untuk dijual," tegasnya.
Pemimpin Partai Konservatif Kanada, Pierre Poilievre, juga menolak komentar Trump. Ia menyebut gagasan tersebut sebagai "konyol dan tidak akan pernah terjadi". Poilievre menambahkan bahwa komentar Trump tidak boleh mengalihkan perhatian dari masalah nyata yang dihadapi warga Kanada akibat kebijakan dalam negeri.
Sikap Perdana Menteri Kanada
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (2/6) sore, menyebut Trump sebagai "pengguna media sosial yang sangat aktif". Carney menegaskan bahwa pemerintah federal Kanada tidak akan menanggapi setiap unggahan Trump.
Pernyataan Trump ini kembali memanasnya hubungan antara AS dan Kanada, yang sebelumnya sudah tegang akibat isu tarif dan perdagangan. Gagasan aneksasi Kanada telah berulang kali dilontarkan Trump sejak ia kembali menjabat pada Januari 2025.



