Partai Demokrat menyambut baik momen Presiden Prabowo Subianto yang menggandeng tangan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam acara Hari Lahir Pancasila. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga disebut menyambut positif kehangatan antara Prabowo dengan para pemimpin terdahulu.
Pernyataan Wasekjen Demokrat
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Syahrial Nasution, menyampaikan bahwa setiap pemimpin di Indonesia pada hakikatnya adalah patriot. Mereka akan selalu terpanggil ketika bangsa membutuhkan dukungan, baik pemikiran maupun tindakan, dan mampu melepaskan diri dari sekat-sekat politik. Hal itu disampaikan Syahrial saat dihubungi pada Rabu (3/6/2026).
Syahrial menegaskan hal yang sama berlaku bagi SBY yang memimpin Indonesia periode 2004-2014. Saat ini, SBY hanya fokus pada keberhasilan Prabowo dalam membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Secara personal, SBY dan Prabowo telah bersahabat sejak muda dan memiliki cita-cita yang sama untuk kebaikan negeri, meskipun dengan cara dan gaya masing-masing. Hal yang sama juga berlaku bagi para mantan pemimpin lainnya.
Kesejukan Kebersamaan Pemimpin
Menurut Syahrial, setiap kali terlihat kebersamaan antara pemimpin yang sedang menjabat dengan pemimpin sebelumnya, selalu terasa menyejukkan. Termasuk dalam acara Peringatan 1 Juni 2026 yang diselenggarakan BPIP. Kemesraan publik antara Pak Prabowo dan Ibu Megawati merupakan berkah bagi Indonesia.
Perasaan ini juga dirasakan oleh SBY yang kebetulan berhalangan hadir karena agenda lain di The Yudhoyono Institute di Bandung. Meskipun tidak hadir, SBY menyambut positif kebersamaan Prabowo dengan para pemimpin terdahulu. Syahrial menambahkan bahwa kebersamaan para pemimpin bangsa di Harlah Pancasila memiliki makna positif. Semua pemimpin, termasuk SBY, turut mengamati situasi bangsa saat ini.
Makna di Balik Harlah Pancasila
Yang dilakukan Prabowo, Megawati, JK, dan Kiai Maruf Amin yang hadir bersama, maupun aktivitas SBY, memiliki makna yang serupa dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Di hadapan lebih dari 1.000 peserta lintas kalangan, termasuk politisi, akademisi, dan kampus, SBY ikut mencermati kesulitan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa. Hal ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah melalui berbagai saluran. Setiap langkah dan upaya kebersamaan para pemimpin, baik secara fisik maupun gagasan, akan selalu terhubung dalam bingkai persatuan bangsa.



