Badan Gizi Nasional (BGN) akan memfokuskan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke 273 kabupaten/kota yang termasuk dalam kategori wilayah dengan penduduk miskin. Langkah ini diambil agar intervensi gizi yang dilakukan pemerintah lebih tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan santri.
Fokus pada Wilayah Miskin
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menyatakan bahwa data 273 kabupaten/kota tersebut telah diidentifikasi sebagai wilayah penduduk miskin. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi penyelarasan data penerima manfaat MBG di Gedung BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/4/2026).
“Apabila difokuskan kepada penduduk miskin, sudah ada 273 data kabupaten/kota yang dinyatakan termasuk wilayah penduduk miskin,” kata Sony.
Indikator Tambahan: Kerawanan Pangan dan Stunting
Selain kemiskinan, BGN juga menggunakan indikator lain untuk mendistribusikan MBG, seperti kerawanan pangan dan prevalensi stunting guna memperkuat ketepatan sasaran program. Sony menjabarkan bahwa terdapat 81 kabupaten/kota rawan pangan dan 304 kabupaten/kota dengan prevalensi stunting tinggi.
“Data-data ini kami gunakan agar pelaksanaan program MBG, khususnya distribusi MBG, betul-betul terarah kepada kelompok-kelompok ini yang total seluruhnya ada 405,” ungkapnya.
Sony menambahkan bahwa ratusan wilayah tersebut akan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program di lapangan.
“Kami akan petakan betul dan informasikan kepada seluruh pelaksana di lapangan, khusus yang 405 kabupaten kota ini kita utamakan, ya, kelompok yang rawan pangan, penduduk miskin, dan prevalensi stunting tinggi,” jelasnya.
Perkuat Basis Data Penerima Manfaat
Di sisi lain, BGN juga terus memperkuat basis data penerima manfaat agar penyaluran bantuan tidak meleset. Data penerima MBG saat ini diselaraskan dengan melibatkan sejumlah kementerian sebagai wali data.
“Oleh karena itu kami duduk bersama untuk mengintegrasikan data tersebut tanpa, ya, jadi BGN tidak mengintervensi tugas para wali data, kami adalah user atau pengguna data,” kata Sony.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa program MBG benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan, sehingga intervensi gizi pemerintah dapat berjalan efektif dan efisien.



