Eddy Soeparno Puji Keputusan Presiden Tidak Naikkan Tarif Listrik
Eddy Soeparno Puji Keputusan Presiden Tak Naikkan Tarif Listrik

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, memberikan apresiasi terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan kebijakan strategis yang menegaskan keberpihakan negara kepada rakyat di tengah tekanan berat yang dihadapi sektor energi, baik secara global maupun domestik.

Tantangan Pasokan Batu Bara dan Gas

Eddy menjelaskan bahwa keputusan ini tidak terlepas dari situasi sektor ketenagalistrikan nasional, khususnya ketergantungan pada batu bara dan gas sebagai sumber utama pembangkit listrik. Negara saat ini menghadapi dua tantangan besar: pertama, memastikan pasokan batu bara sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pembangkit PLN; kedua, ketersediaan pasokan gas. "Saya mengapresiasi bahwa tarif listrik ini tidak akan naik. Karena kita lihat bahwa hari ini kita mengalami dua tantangan terbesar. Satu, tantangan untuk memberikan suplai batubara sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pembangkit-pembangkit PLN. Kedua, ketersediaan pasokan gas, karena batu bara dan gas merupakan dua sumber energi utama untuk menggerakkan pembangkit listrik kita saat ini," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).

Stabilisasi Ekonomi di Tengah Volatilitas Global

Eddy menegaskan bahwa dalam situasi di mana biaya energi global mengalami volatilitas tinggi dan tekanan terhadap rantai pasok semakin kuat, keputusan untuk menahan tarif listrik bukan sekadar kebijakan populis, melainkan instrumen stabilisasi ekonomi yang krusial. Menurutnya, tanpa intervensi negara, kenaikan tarif listrik berpotensi memicu efek berantai terhadap inflasi, biaya produksi, dan daya beli masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Subsidi Tepat Sasaran untuk Kelas Bawah

Namun demikian, tantangan berikutnya yang lebih mendasar adalah memastikan bahwa subsidi listrik benar-benar tepat sasaran, efisien, dan berkeadilan. "Yang perlu ditekankan adalah agar kenaikan harga listrik, kalaupun suatu ketika terjadi, tetap memperhatikan listrik untuk masyarakat kalangan ekonomi kelas bawah. Terutama mereka yang berada di kelas 450 VA, 900 VA, dan mungkin juga 1.300 VA. Untuk sektor industri, khususnya UMKM kecil dengan kapasitas 2.200 VA, itu juga perlu diperhatikan," lanjutnya.

Pembenahan Skema Subsidi Energi

Dia mendukung pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap skema subsidi energi, dengan pendekatan berbasis data dan integrasi lintas sektor. Eddy menilai bahwa selama ini tantangan utama subsidi bukan hanya soal besaran anggaran, tetapi juga akurasi penyaluran dan mencegah potensi subsidi tidak tepat sasaran.

Prinsip Keadilan Distributif

Lebih jauh, dia menggarisbawahi bahwa kebijakan tarif listrik harus mengikuti prinsip keadilan distributif, di mana kelompok masyarakat mampu tidak lagi menikmati subsidi yang seharusnya dialokasikan bagi kelompok rentan. "Untuk golongan yang besar-besar, saya kira sama dengan analogi BBM; untuk Pertamax memang harus disesuaikan, Pertamax Turbo disesuaikan, tetapi Pertalite tetap dipertahankan. Jadi untuk UMKM serta masyarakat kelas ekonomi bawah, itu tetap dipertahankan. Bahkan kalau bisa, diskon listrik yang selama ini mereka nikmati juga tetap diteruskan," tutur Eddy.

Transisi ke Energi Berkelanjutan

Eddy juga menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan transisi kebijakan energi yang lebih berkelanjutan. Ketergantungan pada batu bara dan gas, meskipun masih dominan, perlu secara bertahap dikurangi melalui diversifikasi energi dan percepatan investasi pada energi baru dan terbarukan. "Ke depan, kita tidak bisa terus-menerus berada dalam siklus menahan harga setiap kali terjadi tekanan. Harus ada upaya membangun sistem energi yang lebih tahan terhadap guncangan global, sekaligus tetap menjamin akses energi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga