Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan tidak puas dengan proposal damai terbaru yang dikirimkan Iran. Trump mengatakan tawaran dari Iran tidak memuaskan kepentingan AS.
Pernyataan Trump di Gedung Putih
Dilansir AFP dan CNN, Sabtu (2/5/2026), pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih AS pada Jumat (1/5) waktu setempat. Trump meragukan Iran dalam menerima kesepakatan damai dengan AS.
"Saat ini saya tidak puas dengan apa yang mereka tawarkan," kata Trump.
Tudingan Perpecahan di Iran
Trump menuding adanya perpecahan di pemerintahan Iran. Dia menyebut ada dua hingga empat kelompok yang berbeda pandangan di Iran.
"Kepemimpinannya sangat terpecah-pecah," kata Trump.
"Ada dua hingga tiga kelompok, mungkin empat, dan kepemimpinannya sangat terpecah-pecah. Dan dengan demikian, mereka semua ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka semua kacau," sambungnya.
Langkah Selanjutnya
Saat ditanya langkah selanjutnya dari AS, Trump mengatakan akan tetap mengedepankan negosiasi.
Proposal Terbaru Iran
Seperti diketahui, negosiasi perdamaian Iran dan Amerika Serikat (AS) sempat terhenti. Iran kemudian telah mengirimkan proposal terbaru untuk memulai negosiasi lanjutan dengan AS.
"Republik Islam Iran menyampaikan teks proposal negosiasi terbarunya kepada Pakistan, sebagai mediator dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat, pada Kamis malam," bunyi keterangan kantor berita Republik Iran, IRNA, dilansir AFP, Jumat (1/5).
Diplomasi Iran
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari Arab Saudi, Qatar, Turki, Irak, dan Azerbaijan. Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan isi telepon itu membahas "inisiatif terbaru Republik Islam untuk mengakhiri perang."



