Militer Israel memperluas operasi skala besar daratnya di Lebanon Selatan. Perluasan serangan Israel tersebut menuai sorotan dari sejumlah negara, termasuk Qatar, Jerman, dan Inggris.
Kutukan Qatar atas Agresi Israel
Qatar mengutuk serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon dan perluasan serangan daratnya di selatan. Qatar menganggap kampanye militer tersebut sebagai eskalasi serius dan pelanggaran hukum internasional. Melalui unggahan di akun X, Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam agresi Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon dan perluasan cakupan invasi darat tentara pendudukan di selatan negara itu serta penargetan warga sipil. Qatar menganggap langkah itu sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Republik Lebanon dan pelanggaran nyata terhadap aturan hukum humaniter internasional.
Kemlu Qatar juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk bertindak, mendesak pemerintah dan badan-badan internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangannya dan memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional. "(Mendesak dunia) mewajibkan otoritas pendudukan Israel untuk menghentikan agresi berulang mereka terhadap Lebanon," katanya dalam pernyataan tersebut.
Kekhawatiran Jerman
Sikap serupa juga disampaikan Jerman yang menyatakan kekhawatiran atas perluasan serangan darat Israel tersebut. Mereka memperingatkan eskalasi militer lebih lanjut berisiko memperburuk situasi yang sudah bergejolak. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul dalam pernyataannya. Ia mengatakan perluasan serangan Israel ke wilayah Lebanon yang lebih dalam memantik kekhawatiran serius. "Kemajuan tentara Israel lebih jauh ke Lebanon selatan adalah alasan untuk kekhawatiran serius," katanya. "Eskalasi lebih lanjut akan memperburuk situasi yang sudah tegang dan memicu gelombang pengungsi baru di Lebanon," tambah dia.
Pernyataan Inggris
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper turut menyoroti Israel. Cooper mengatakan Israel telah 'mengikis ruang untuk diplomasi' di Lebanon. "Eskalasi militer Israel di Lebanon telah menewaskan dan menggusur warga sipil, menghancurkan infrastruktur, dan mengikis ruang untuk diplomasi. Ini harus diakhiri," katanya dalam sebuah unggahan di X. Cooper juga menyerukan agar Hizbullah melucuti senjata dan mengakhiri serangan terhadap Israel. "Semua pihak harus menghormati gencatan senjata dan terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik," tambah Cooper.
Diketahui, militer Israel telah memperluas operasi skala besar daratnya di Lebanon Selatan. Israel mengklaim serangan itu untuk memerangi kelompok Hizbullah yang didukung Iran. "Sejumlah besar tentara darat IDF memulai operasi ofensif yang bertujuan untuk memperluas Garis Pertahanan Depan.... Operasi saat ini meluas ke wilayah tambahan," demikian pernyataan militer Israel, menambahkan bahwa pasukannya telah menyeberangi sungai Litani seperti dikutip dari AFP, Minggu (31/5). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan pasukan Israel telah menyeberangi Sungai Litani Lebanon, yang mengalir sekitar 30 kilometer di utara perbatasan bersama kedua negara pada hari Jumat.



