Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar apel siaga pengamanan Hari Buruh Internasional (May Day) untuk memastikan rangkaian penyampaian aspirasi buruh berjalan lancar dan tertib. Sebanyak 3.432 personel disiagakan, terdiri dari 664 personel satuan kerja Polda Sumsel dan 2.768 personel dari Polres jajaran.
Sinergi dengan TNI dan Pemerintah Daerah
Pengamanan May Day 2026 juga diperkuat oleh unsur TNI dan Pemerintah Daerah. Personel telah ditempatkan di berbagai titik strategis. Karoops Polda Sumsel, Kombes Muhammad Anis Prasetio Santoso, menyatakan bahwa Polda Sumsel mendapat dukungan 800 personel TNI dan 200 personel dari Pemda serta stakeholder terkait.
Pendekatan Humanis dan Dialogis
Setelah apel, seluruh personel langsung berjaga dan memantau aktivitas massa. Polda Sumsel menekankan pengamanan yang mengedepankan sisi humanis. Kombes Anis menegaskan bahwa kepolisian hadir sebagai pelayan yang memberikan pengayoman penuh bagi buruh dalam menyuarakan hak konstitusionalnya. Pendekatan persuasif dan dialogis menjadi instrumen utama untuk menjembatani komunikasi antara massa aksi dan polisi.
Komitmen Menjaga Demokrasi
Prinsip utama yang dipegang adalah tidak ada kata libur dalam pekerjaan kepolisian yang melayani masyarakat. Personel akan bersiaga memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh rangkaian peringatan Hari Buruh berakhir dengan kondusif. Upaya ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjaga marwah demokrasi, di mana aspirasi rakyat dihormati dalam koridor keamanan yang kokoh.
Polda Sumsel memastikan setiap aktivitas masyarakat di Sumsel tetap berjalan normal, mencerminkan sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan elemen buruh.



