Pasien RSUD Undata Palu Dievakuasi ke Pelataran Akibat Gempa Susulan
Puluhan pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu terpaksa menjalani perawatan di pelataran rumah sakit sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan. Rentetan gempa susulan masih terus terjadi setelah gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa pagi.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Undata, dr. Franklin Sinanu, menjelaskan bahwa langkah evakuasi ini diambil untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga pasien, serta petugas medis. Aktivitas gempa susulan yang dinilai cukup intens menjadi alasan utama keputusan tersebut.
"Siang tadi kami sempat mulai memindahkan pasien kembali masuk ke ruang, tetapi sore ini sudah dua kali gempa susulan jadi kami melakukan tindakan antisipasi. Kebetulan tenda-tenda juga sudah jadi sehingga memudahkan pasien yang menurut kami di ruangan agak sulit bila nanti terjadi gempa," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (17/6/2026).
Sebanyak 44 pasien saat ini menjalani perawatan sementara di luar gedung. Meski berada di area terbuka, pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Seluruh pasien yang dievakuasi dilaporkan dalam kondisi aman.
Gedung Utama Masih Layak Digunakan
Sebelumnya, pihak rumah sakit telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekitar dua jam setelah gempa utama. Tim pemeliharaan sarana dan prasarana memastikan kelayakan gedung sebelum kembali digunakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung utama RSUD Undata yang terdiri dari empat lantai masih dinyatakan layak digunakan. Kerusakan yang ditemukan hanya bersifat ringan dan terjadi pada dua ruangan.
Puluhan pasien sempat dikembalikan ke ruang perawatan masing-masing. Namun, karena gempa susulan masih terus terjadi hingga Selasa sore dan malam, manajemen rumah sakit memutuskan untuk kembali mengevakuasi pasien ke area yang lebih terbuka. Keputusan ini sekaligus sebagai mitigasi risiko mengingat sebagian pasien dirawat di lantai atas gedung yang akan sulit dievakuasi secara cepat apabila terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.
"Contohnya gedung di belakang kita ini ada gedung empat lantai. Pasien di lantai empat dan lantai tiga akan kesulitan bila terjadi gempa yang kuat atau lebih kuat lagi. Jadi kami mengambil antisipasi, kita rawat dulu di tenda kemudian di lobi belakang yang kita lihat ini dan ini hanya sementara sampai dinyatakan aman," katanya.
Langkah evakuasi ini merupakan bagian dari prosedur keselamatan untuk menghadapi situasi darurat bencana. RSUD Undata Palu berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pasien meskipun dalam kondisi yang tidak menentu akibat gempa susulan.



