Analisis BMKG soal Gempa M 5,1 Guncang Palu
Gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,9. Episenter gempa terletak pada koordinat 1,11° LS; 120,32° BT, atau tepatnya di darat 54 km Tenggara Palu, pada kedalaman 11 km.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Dampak Guncangan Gempa
Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan dengan skala intensitas V MMI di Balinggi, Parigi Moutong; skala intensitas IV-V MMI di Palolo, Sigi, Torue, Parigi Moutong; skala intensitas III MMI di Kota Sigi Biromaru, Kota Poso; skala intensitas II-III MMI di Kota Palu; serta skala intensitas II MMI di Kota Donggala dan Kota Pasangkayu.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Rangkaian Gempa Susulan
Wijayanto menyebut gempa ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M 6,7 yang mengguncang Palu pada 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB. Hingga pukul 02.00 WIB hari ini, hasil monitoring BMKG mencatat 354 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M 5,2.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga diharapkan selalu waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.



