Militer Iran mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke arah sejumlah kapal perang Amerika Serikat yang beroperasi di Laut Oman. Tembakan peringatan yang menggunakan rudal dan drone tersebut, menurut Teheran, berhasil memaksa kapal-kapal perang Washington untuk mundur ke arah Samudra Hindia.
Presiden Lebanon Kecam Iran
Presiden Lebanon Joseph Aoun melontarkan salah satu kecaman paling tajam terhadap Hizbullah, Iran, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Aoun menegaskan bahwa Iran tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan negara Lebanon. "Ini bukan negara Anda, ini negara kami," tegas Aoun dalam wawancara dengan Al Arabiya.
AS Tembak Jatuh Drone dan Serang Radar Iran
Militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah menembak jatuh empat drone serang satu arah yang diluncurkan Iran menuju Selat Hormuz. Setelah itu, pasukan AS menyerang situs radar pengintaian pantai milik Iran di kota Goruk, Pulau Qeshm. Serangan ini merupakan eskalasi terbaru yang mengancam gencatan senjata rapuh dalam perang Timur Tengah.
Iran Luncurkan Rudal dan Drone ke Kapal Perang AS
Militer Iran mengklaim pasukan Angkatan Lautnya telah melancarkan tembakan peringatan dengan rudal dan drone ke arah kapal perusak AS di Laut Oman pada Jumat (5/6) waktu setempat. Langkah ini disebut sebagai respons atas pelecehan AS di lautan dan penyitaan kapal tanker komersial serta minyak Iran.
Trump Klaim Iran Hanya Punya 22 Persen Rudal
Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Iran telah kehilangan sebagian besar kapasitas produksi rudal dan drone setelah gelombang serangan AS dan Israel sejak akhir Februari. Trump menyebut Teheran masih memiliki sekitar 21 hingga 22 persen pasokan rudal yang tersisa, dan sebagian besar pabrik drone Iran telah dihancurkan.
Sultan Brunei Rombak Kabinet
Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah melakukan perombakan kabinet besar-besaran, menunjuk putranya Pangeran Abdul Mateen sebagai Menteri Luar Negeri. Langkah ini dipandang sebagai persiapan generasi pemimpin berikutnya bagi kesultanan yang kaya minyak tersebut, di tengah tekanan krisis energi global akibat perang AS dan Israel melawan Iran.



