Kebakaran TPA Jatiwaringin: BNPB Kerahkan Helikopter, 15 Warga Dievakuasi
Kebakaran TPA Jatiwaringin: BNPB Kerahkan Helikopter

Memasuki hari kedua kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, api masih terlihat membesar pada Rabu (1/7/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dipastikan akan membantu proses pemadaman melalui udara dengan mengerahkan helikopter.

Helikopter untuk Titik Api yang Sulit Terjangkau

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menjelaskan bahwa bantuan helikopter diperlukan karena ada lokasi titik api yang tidak bisa dimasuki kendaraan pemadam kebakaran, beko, maupun truk sampah. "Tadi sudah kedatangan juga dari Dirjen Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Rencananya beliau akan melakukan upaya melalui udara, pakai helikopter gitu kan, untuk penyiraman dari atas. Karena ada lokasi yang tidak bisa dimasuki oleh kendaraan, baik beko, truk sampah, maupun alat pemadam kebakaran," kata Maesyal.

Mitigasi Sebelum Kebakaran

Sebelum kebakaran terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang telah melakukan mitigasi. "Melihat cuaca panas seperti ini, sebetulnya sudah kita mitigasi. Dimana, Dinas Lingkungan Hidup dengan BPBD sudah berupaya juga untuk menyiram sebelum kejadian, beberapa hari yang lalu. Namun memang, dalam perjalanannya, percikan api ini ada ditambah angin kencang, sehingga cepat menjalar," ujar Maesyal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Status Siaga Satu

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan bahwa situasi kebakaran masih dalam status siaga satu. Artinya, sejumlah titik api masih menyala dan proses pemadaman terus dilakukan. "Saat ini kebakaran berstatus siaga satu, kita berupaya untuk memadamkan api jangan sampai meluas. Walaupun titik apinya agak sulit tapi minimal tidak meluas ke daerah sekitarnya," katanya.

Evakuasi Warga Terdampak Asap

Achmad Taufik melaporkan bahwa sedikitnya 15 warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, terpaksa diungsikan ke lokasi aman akibat terdampak asap kebakaran pada Selasa sore (30/6/2026). Warga yang dievakuasi terdiri dari ibu hamil dan anak-anak, yang kini ditempatkan di kantor desa setempat. "Yang terdampak asap hanya rata-rata ibu-ibu dan anak-anak. Mereka kami evakuasi ke kantor desa sebagai lokasi aman dari asap kebakaran," jelasnya.

Evakuasi dilakukan untuk mengantisipasi dampak bahaya dari insiden kebakaran. Hingga pukul 21.25 WIB, kebakaran TPA Jatiwaringin meluas menjadi sekitar lima hektare. "Kurang lebih tadi dengan dari Dinas LH, sekitar empat sampai lima hektare," tutur Achmad Taufik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga