Israel Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon, Klaim Dapat Dukungan AS
Israel Ogah Tarik Pasukan dari Lebanon, Klaim Dapat Dukungan AS

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada rencana penarikan pasukan Israel dari Lebanon. Dalam pidatonya di Tel Aviv, Katz mengklaim bahwa keputusan tersebut telah mendapat dukungan penuh dari Amerika Serikat.

"Kami telah mengumumkan bahwa dalam keadaan apa pun kami tidak akan menarik diri dan, hingga saat ini -- dan ini adalah pencapaian diplomatik -- tidak ada tuntutan Amerika agar Israel menarik diri dari Lebanon," kata Katz dalam pidatonya di Tel Aviv, Kamis (25/6/2026), seperti dilansir AFP.

Dukungan AS dan Penjelasan Israel

Ketika ditanya apakah Israel akan mematuhi permintaan AS jika diajukan, Katz menjelaskan bahwa ia telah memberi tahu Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberi tahu Presiden AS Donald Trump tentang alasan penempatan pasukan Israel di Lebanon. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi erat antara kedua negara terkait masalah ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalam pidato di konferensi yang sama, Netanyahu menegaskan kembali bahwa militer Israel diperkirakan tidak akan menarik diri. "Selama saya menjabat sebagai Perdana Menteri, kami akan mempertahankan zona keamanan di Lebanon selatan -- selama diperlukan," katanya. Dia menambahkan bahwa militer sekarang sedang membongkar semua infrastruktur Hizbullah.

Reaksi Lebanon dan Iran

Presiden Lebanon Joseph Aoun telah menolak pendudukan Israel di wilayah Lebanon selatan dan campur tangan asing dalam urusan negaranya. Pernyataan ini sekaligus merupakan sindiran terhadap Iran, yang merupakan pendukung utama Hizbullah.

Sementara itu, pihak Teheran menegaskan kembali bahwa perdamaian di Lebanon adalah pilar fundamental untuk mencapai kesepakatan definitif dengan AS guna mengakhiri perang Timur Tengah secara keseluruhan. Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman pekan lalu yang bertujuan untuk mencapai penyelesaian permanen antara kedua negara, setelah perang yang dilancarkan oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Kronologi Konflik dan Dampaknya

Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret dengan serangan roket ke Israel untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran dalam serangan AS dan Israel. Israel menanggapi dengan serangan udara dan serangan darat yang menurut Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.100 orang, yang menyebabkan pendudukan zona keamanan sepanjang 10 kilometer di Lebanon selatan di sepanjang perbatasan dengan Israel.

Saat ini, Israel dan Lebanon terlibat dalam putaran pembicaraan yang dimediasi AS di Washington untuk mencari solusi diplomatik atas konflik tersebut, termasuk pelucutan senjata Hizbullah serta penarikan pasukan Israel. Namun, pernyataan terbaru dari Katz dan Netanyahu menunjukkan bahwa Israel tidak berniat menarik pasukan dalam waktu dekat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga