Israel Masuk Daftar Hitam PBB, Hubungan dengan Sekjen Putus
Israel Masuk Daftar Hitam PBB, Hubungan dengan Sekjen Putus

Jakarta - Israel resmi masuk dalam daftar hitam atau blacklist Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan ini memicu kemarahan Israel hingga memutuskan hubungan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.

Penyebab Israel Masuk Daftar Hitam PBB

Dalam laporan tahunan Sekjen PBB, Israel disebut terlibat dalam dugaan kekerasan seksual di zona konflik. Laporan tersebut menjadi dasar pencantuman Israel dalam daftar hitam.

Reaksi Keras Israel

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menyampaikan sikap pemutusan hubungan dengan Sekjen PBB. "Kami sudah selesai dengan sekretaris jenderal ini," ujar Danny dilansir kantor berita AFP, Minggu (31/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Danny mengecam laporan tersebut sebagai kebohongan. "Keputusan untuk memasukkan Israel ke dalam daftar hitam dan menuduh kami menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata perang adalah keputusan yang keterlaluan," tegasnya.

Ia menambahkan, "Sekretaris Jenderal dan timnya terus menyebarkan kebohongan terhadap Israel. Menempatkan kami dan teroris Hamas dalam daftar yang sama, itu tidak dapat diterima."

Kementerian Luar Negeri Israel menyebut langkah PBB sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak masuk akal. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menuduh PBB telah dipolitisasi.

"Langkah tersebut merupakan bukti lebih lanjut dari sifat sebenarnya PBB: organisasi yang dipolitisasi dan korup yang telah meninggalkan prinsip-prinsip pendiriannya dan secara sistematis menargetkan Israel sebagai misi utamanya," kata Marmorstein.

Israel menyatakan tidak akan melakukan kontak dengan kantor Sekretaris Jenderal selama Guterres masih menjabat.

Tanggapan PBB

Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, menanggapi pernyataan Israel dengan tetap membuka pintu dialog. "Dari pihak kami, pintu Sekretaris Jenderal tetap terbuka," ujar Stephane.

Laporan tahunan Sekjen PBB mengenai kekerasan seksual terkait konflik biasanya disampaikan kepada negara-negara terkait sebelum diterbitkan. Pada Agustus lalu, laporan tersebut memperingatkan bahwa Israel dapat dimasukkan ke dalam daftar pihak-pihak yang diduga terlibat atau bertanggung jawab atas kekerasan seksual dalam situasi konflik bersenjata.

Kelompok militan Hamas juga masuk dalam daftar tersebut atas tuduhan kekerasan seksual yang dilakukan selama serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, bersama dengan dugaan penyiksaan terhadap sandera.

PBB mengutip 'informasi yang kredibel' mengenai kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pasukan keamanan Israel terhadap warga Palestina di penjara dan pusat penahanan lainnya. Inspektur PBB dilaporkan telah ditolak aksesnya ke fasilitas-fasilitas tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga