Militer Israel mengerahkan dua jet tempurnya setelah menerima laporan tentang sebuah pesawat penumpang yang diduga dibajak saat terbang di atas Laut Mediterania. Namun, investigasi mengungkapkan bahwa kode pembajakan tersebut dikirimkan secara tidak sengaja oleh pilot pesawat. Insiden ini terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026 waktu setempat, dan melibatkan pesawat Airbus A320 milik LOT Polish Airlines yang dioperasikan oleh perusahaan Bulgaria, Electra Airways.
Kronologi Insiden Kode Transponder 7500
Pesawat tersebut sedang dalam penerbangan dari Warsawa, Polandia, menuju Tel Aviv, Israel, ketika kru pesawat melaporkan situasi darurat. LOT Polish Airlines dalam pernyataannya menjelaskan bahwa laporan darurat itu kemudian dibatalkan dalam komunikasi lanjutan dengan pengendali lalu lintas udara. Juru bicara LOT Polish Airlines, Krzysztof Moczulski, mengatakan kepada AFP, "Laporan ini dibatalkan dalam komunikasi lanjutan dengan pengendali lalu lintas udara."
Kementerian Pertahanan Bulgaria mengonfirmasi bahwa pesawat telah mengirimkan kode transponder 7500, yang merupakan sinyal darurat untuk menandakan gangguan ilegal atau pembajakan. Akibatnya, pesawat dialihkan rutenya ke Bulgaria atas permintaan operator, dan di sana dicegat serta dikawal oleh jet tempur Bulgaria. Militer Bulgaria mengerahkan satu jet tempur MiG-29 untuk mencegat dan mengawal pesawat saat melintasi wilayah udara Bulgaria.
Penyebab Kesalahan Teknis
Setelah penyelidikan, Kementerian Pertahanan Bulgaria mengumumkan bahwa sinyal darurat tersebut dikirimkan karena kesalahan teknis. Seorang pejabat bandara setempat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa Electra Airways mengaitkan insiden tersebut dengan kesalahan pilot. Kementerian Pertahanan Bulgaria dalam pernyataannya menjelaskan, "Penyebab pengalihan rute adalah kesalahan teknis pada transponder pesawat, yang mengirimkan sinyal keliru mengenai adanya gangguan ilegal atau pembajakan."
Pernyataan tersebut melanjutkan, "Setelah dikonfirmasi, tidak ada ancaman nyata di dalam pesawat, pesawat tersebut meninggalkan wilayah udara negara tersebut melalui Turki." Militer Israel juga mengeluarkan pernyataan bahwa dua jet tempur Angkatan Udara Israel dikerahkan menuju pesawat sipil di atas Laut Tengah menyusul laporan hilangnya komunikasi dengan pesawat tersebut, namun menegaskan bahwa tidak ada kekhawatiran mengenai insiden keamanan.



