Washington DC - Amerika Serikat (AS) dengan tegas membantah klaim Iran yang menyatakan telah melepaskan tembakan peringatan menggunakan rudal dan drone ke arah kapal-kapal perang AS yang beroperasi di Laut Oman. Pemerintah AS menegaskan bahwa tidak ada serangan atau tembakan yang terdeteksi terhadap kapal perangnya di perairan tersebut.
Pernyataan Resmi CENTCOM
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, mengeluarkan pernyataan resmi melalui media sosial pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat. Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut klaim Iran sebagai informasi yang salah. Mereka menekankan bahwa pasukan Iran tidak menyerang atau menembaki kapal perang Angkatan Laut AS, dan tindakan semacam itu akan menjadi pelanggaran berat terhadap gencatan senjata yang berlaku.
Lebih lanjut, CENTCOM menegaskan bahwa pasukan AS terus beroperasi secara bebas di perairan regional sambil menegakkan blokade terhadap Iran. Bantahan ini disampaikan setelah militer Iran sebelumnya mengklaim bahwa pasukan Angkatan Laut mereka telah melepaskan tembakan peringatan menggunakan rudal Qadir dan drone tempur Shahed Danesh ke kapal perusak AS jenis DDG-103 (USS Truxtun) dan DDG-87 (USS Mason).
Klaim Iran dan Konteks Ketegangan
Menurut klaim Teheran, tembakan peringatan tersebut memaksa kapal-kapal perang AS mundur dari Laut Oman menuju Samudra Hindia. Iran menyebut tindakan itu sebagai respons terhadap apa yang mereka anggap sebagai pelecehan oleh AS di lautan, termasuk penyitaan kapal tanker komersial dan minyak milik Iran. Ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri telah meningkat sejak perang antara AS dan Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu. Meskipun gencatan senjata telah diberlakukan pada 8 April dan diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden Donald Trump, kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.
Serangan Balasan Terkini
Pada Jumat (5/6) dan Sabtu (6/6) dini hari, AS melancarkan serangan terhadap instalasi radar Iran di Pulau Qeshm dan menembak jatuh empat drone tempur Teheran yang mendekati Selat Hormuz. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain. Meskipun ada upaya perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan, konflik ini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian permanen. Saling serang dan tuduhan pelanggaran gencatan senjata terus terjadi, membuat situasi di kawasan tetap tegang.



