Serangan Drone Rusia Tewaskan 8 Orang di Ukraina, G7 Tingkatkan Sanksi
Serangan Drone Rusia Tewaskan 8 Orang di Ukraina

Serangan Drone Rusia Tewaskan Delapan Orang di Ukraina

Serangan Rusia di Ukraina menewaskan sedikitnya delapan orang. Serangan ini diluncurkan tepat ketika para pemimpin G7 sepakat untuk meningkatkan tekanan pada Moskow atas konflik yang telah berlangsung selama empat tahun.

Kronologi Serangan

Menurut laporan AFP pada Rabu (17/6/2026), sejak invasi Rusia pada tahun 2022, ratusan ribu warga sipil dan tentara telah tewas. Sebagian besar wilayah Ukraina kini dilanda pertempuran sengit.

Gubernur regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, mengonfirmasi bahwa serangan pesawat tak berawak atau drone Rusia terhadap sebuah mobil di wilayah Dnipropetrovsk tengah menewaskan tiga orang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Serangan itu merenggut nyawa seorang ibu dan anak laki-laki -- seorang wanita berusia 87 tahun dan seorang pria berusia 51 tahun. Aparat penegak hukum saat ini sedang berupaya mengidentifikasi korban ketiga yang tewas," kata Oleksandr.

Selain itu, serangan artileri Rusia terhadap kota Sloviansk di wilayah Donetsk menewaskan tiga orang lainnya. Sementara serangan drone di wilayah Kherson selatan menewaskan dua orang dan melukai 16 orang.

Reaksi G7 dan Diplomasi

Para pemimpin G7 bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu di resor Evian, Prancis, pada Selasa (16/6). Mereka sepakat untuk meningkatkan sanksi terhadap Moskow.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden Zelensky dan menyatakan bahwa Rusia "harus membuat kesepakatan" untuk mengakhiri pertempuran.

Zelensky menawarkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di AS untuk pembicaraan perdamaian. Namun, Kremlin menyatakan belum menerima proposal tersebut.

Pada awal bulan ini, Putin menyebut bahwa ia "tidak melihat gunanya" bertemu Zelensky sampai kesepakatan perdamaian siap.

Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung, namun belum menunjukkan tanda-tanda gencatan senjata.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga