Putin Gelar Pertemuan dengan Pemimpin ASEAN di Kazan
Presiden Rusia Vladimir Putin menjamu para pemimpin negara-negara Asia Tenggara dalam pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang berlangsung selama dua hari di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan, sekitar 700 kilometer di timur Moskow. Langkah ini diambil ketika Moskow berupaya memperkuat hubungan bisnis dan kerja sama lainnya dengan negara-negara anggota blok regional tersebut, di tengah sanksi besar dari negara-negara Barat akibat perang di Ukraina yang telah memasuki tahun kelima.
Pembahasan Kemitraan Strategis dan Agenda Pertemuan
Menurut penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov, pertemuan tersebut membahas berbagai cara untuk memperluas "kemitraan strategis" Rusia dengan negara-negara ASEAN. Negara-negara yang terlibat meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Blok regional ini tetap mempertahankan hubungan dengan Moskow sebagai "mitra dialog" dan secara rutin menggelar pertemuan tingkat tinggi tahunan. Pertemuan di Kazan sekaligus menandai 35 tahun hubungan Rusia dan ASEAN.
Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, dan Singapura mengirimkan perdana menterinya ke Kazan. Filipina diwakili Presiden Ferdinand Marcos Jr., sementara Myanmar juga mengirimkan delegasi. Dalam pesan yang disampaikan kepada peserta forum bisnis di sela-sela pertemuan, Putin menyatakan keyakinannya bahwa forum tersebut akan "menciptakan peluang baru untuk memperluas kerja sama perdagangan, investasi, dan industri yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat dialog langsung antara komunitas bisnis."
Kerja Sama Ekonomi dan Keamanan
Ushakov mengatakan agenda pertemuan mencakup pertukaran pandangan mengenai berbagai isu global dan regional serta evaluasi upaya pengembangan hubungan Rusia dan ASEAN. Para peserta juga menegaskan komitmen terhadap pembentukan "tatanan dunia multipolar yang adil dan demokratis berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)." Ushakov memuji apa yang disebutnya sebagai "dialog yang produktif, setara, dan konstruktif" antara Rusia dan ASEAN.
Putin dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin ASEAN dalam forum tersebut, yang dipimpinnya bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., yang saat ini memegang keketuaan bergilir ASEAN. Saat membuka pertemuan bilateral dengan Marcos, Putin menyoroti "kerja sama yang saling menguntungkan" antara kedua negara yang dibangun di atas tradisi yang baik, saling menghormati, dan mempertimbangkan kepentingan sah masing-masing pihak. Marcos berterima kasih kepada Putin karena telah menyelenggarakan pertemuan Rusia-ASEAN di Kazan dan mengundangnya menghadiri KTT ASEAN di Manila pada November mendatang.
Selain Marcos, Putin juga mengadakan pertemuan dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Menurut kantor berita nasional Malaysia, Anwar berencana membahas upaya "memastikan pasokan minyak dapat terus disalurkan" ke negaranya. Isu energi menjadi perhatian sejumlah negara Asia setelah gejolak harga energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah dan gangguan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Beberapa negara ASEAN, termasuk Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, telah mengimpor minyak mentah Rusia atau menyatakan minat untuk membelinya setelah harga energi dunia melonjak akibat perang Iran.
Rusia Alihkan Fokus ke Asia
Menghadapi sanksi besar dari negara-negara Barat akibat perang di Ukraina, Rusia dalam beberapa tahun terakhir mengalihkan orientasi ekonominya ke Asia, terutama untuk ekspor energi. Moskow berupaya memperluas pasar bagi minyak dan komoditas lainnya di kawasan tersebut ketika hubungan ekonomi dengan negara-negara Barat terus memburuk. Di saat yang sama, ekonomi Rusia juga menghadapi berbagai tantangan. AFP melaporkan bahwa inflasi yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, dan tingginya biaya pinjaman terus membebani perekonomian negara tersebut.
Di medan perang Ukraina, laju kemajuan pasukan Rusia dilaporkan melambat sepanjang tahun ini. Ukraina juga meningkatkan serangan ke wilayah Rusia, termasuk ke Tatarstan, lokasi penyelenggaraan pertemuan Rusia-ASEAN. Pertemuan di Kazan berlangsung bersamaan dengan KTT G7 di Prancis yang menjadikan perang Ukraina dan konflik di Timur Tengah sebagai agenda utama pembahasan. Dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di sela KTT G7, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyerukan agar Moskow mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Ukraina. Trump juga mengatakan Washington dapat kembali memberlakukan sanksi terhadap minyak Rusia.
Putin Tekankan Tatanan Dunia Multipolar
Dalam resepsi resmi bagi para kepala delegasi pada Rabu malam, Putin mengatakan Rusia dan negara-negara ASEAN memiliki pandangan yang sama terkait pembentukan tatanan dunia yang lebih adil. "Rusia dan negara-negara ASEAN bersama-sama mendukung pembentukan tatanan dunia yang adil serta membela prinsip kesetaraan kedaulatan negara dan nonintervensi dalam urusan dalam negeri," kata Putin. "Semua negara kita menjalankan model pembangunannya masing-masing dan tidak memaksakan pandangannya kepada siapa pun. Dan inilah kekuatan kita," lanjutnya. "Rusia siap melanjutkan kerja sama aktif dengan negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kemitraan strategis demi menjamin keamanan, kesejahteraan, dan kemakmuran negara serta rakyat kita, juga kawasan Eurasia secara keseluruhan."
Di sela pertemuan tersebut, Putin juga bertemu Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, yang sehari sebelumnya menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Moskow. Putin memuji hubungan Rusia dan Turki yang menurutnya "terus berkembang secara stabil", sementara Fidan mengatakan kedua pihak memiliki banyak isu untuk dibahas. Sejumlah negara anggota ASEAN memiliki orientasi geopolitik yang berbeda-beda. Beberapa negara, termasuk Filipina, dinilai dekat dengan Amerika Serikat, sementara negara lain memiliki hubungan perdagangan dan keamanan yang kuat dengan China maupun Rusia.



