Perang AS-Israel vs Iran Merambah Infrastruktur Vital: Energi dan Air Jadi Sasaran
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran kini tidak lagi terbatas pada target militer, tetapi telah merembet ke infrastruktur energi dan air yang vital. Depot minyak hingga fasilitas desalinasi air menjadi sasaran dalam konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah, menimbulkan dampak serius bagi masyarakat sipil.
Serangan ke Depot Minyak Iran Picu Kebakaran Hebat
Dirangkum dari pemberitaan Aljazeera dan AFP, serangan Israel ke depot penyimpanan minyak dan fasilitas kilang di Iran telah menyebabkan kebakaran hebat di Teheran. Kobaran api terlihat membubung tinggi di ibu kota Iran, dengan asap tebal menyelimuti kota semalaman dan menciptakan kabut gelap saat pagi tiba. Warga melaporkan bau terbakar masih tercium di udara, menunjukkan skala kerusakan yang signifikan.
Militer Israel mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, menyatakan bahwa mereka menargetkan fasilitas minyak yang terafiliasi dengan angkatan bersenjata Iran. Media pemerintah Iran, melalui kantor berita resmi IRNA, melaporkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran AS dan rezim Zionis. Ini merupakan serangan pertama yang dilaporkan menargetkan infrastruktur minyak Republik Islam tersebut.
Depot minyak itu berada di kawasan dekat kilang minyak utama, namun kantor berita ILNA melaporkan bahwa fasilitas kilang tersebut tidak mengalami kerusakan akibat serangan militer. Serangan juga menghantam depot minyak lain di wilayah barat laut Teheran, dengan jurnalis AFP melihat api dan asap membumbung dari lokasi tersebut.
Lima Fasilitas Minyak Diserang, Korban Jiwa Berjatuhan
Laporan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ada lima fasilitas minyak Iran yang diserang oleh AS dan Israel. Keramat Veyskarami, CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, menyatakan kepada televisi pemerintah bahwa empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh.
Veyskarami mengonfirmasi bahwa terdapat sejumlah kerusakan di lokasi, meskipun kebakaran berhasil dikendalikan. Tragisnya, serangan ini menewaskan empat personel, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak. Ia menegaskan bahwa fasilitas infrastruktur energi tersebut mengalami kerusakan, tetapi api telah berhasil dikendalikan, dan depot minyak Iran masih memiliki cadangan bensin yang cukup.
Serangan ke Pabrik Desalinasi Air Ganggu Pasokan Warga
Sebelum serangan ke depot minyak, militer AS juga menyerang pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, Iran. Pabrik ini digunakan untuk mengubah air laut menjadi air minum, dan serangan tersebut mengakibatkan gangguan pasokan air untuk desa-desa di Iran. Abbas Araghchi menyebut tindakan AS sebagai kejahatan yang terang-terangan dan putus asa, dengan pasokan air di 30 desa terganggu.
Araghchi menegaskan bahwa menyerang infrastruktur Iran adalah langkah berbahaya dengan konsekuensi serius, dan AS yang menetapkan preseden ini, bukan Iran. Sebagai balasan, Iran menargetkan pangkalan militer AS yang terletak di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan bahwa sirene serangan udara berbunyi, dan mengimbau warga untuk tetap tenang serta mencari perlindungan.
Iran Balas Serangan, Rusak Pabrik Desalinasi di Bahrain
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengungkapkan bahwa serangan drone Iran telah merusak pabrik desalinasi air di negara tersebut. Serangan ini dilakukan setelah Teheran menuduh AS menyerang salah satu pabrik desalinasi miliknya dari pangkalan di Bahrain. Selain kerusakan material, sejumlah warga juga terluka akibat puing-puing rudal Iran yang berjatuhan di Bahrain.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu menyatakan bahwa agresi Iran secara acak membom target sipil dan menyebabkan kerusakan pada pabrik desalinasi air. Lebih lanjut, Bahrain mengungkap bahwa tiga orang terluka dan kerusakan material terjadi pada sebuah gedung universitas di daerah Muharraq akibat pecahan rudal yang berjatuhan. Kejadian ini memperparah ketegangan di kawasan, dengan dampak yang meluas ke infrastruktur sipil dan kehidupan warga.
Konflik ini menunjukkan bagaimana perang telah bergeser dari target militer tradisional ke infrastruktur vital seperti energi dan air, yang langsung memengaruhi kesejahteraan masyarakat. Dengan serangan balasan yang terus terjadi, situasi di Timur Tengah semakin tidak stabil, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut dan dampak humaniter yang lebih besar.



