Pakistan Jadi Mediator Tak Terduga dalam Ketegangan AS-Iran, Apa Alasannya?
Pakistan Jadi Mediator AS-Iran, Ini Alasan di Baliknya

Pakistan Mengambil Peran Mediator dalam Ketegangan AS-Iran

Dalam situasi yang penuh ketegangan menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari, Pakistan muncul sebagai mediator yang tidak terduga. Islamabad menawarkan bantuan untuk membawa Washington dan Teheran ke meja perundingan, sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak mengingat sejarah diplomasi regional.

Alasan di Balik Peran Pakistan

Pakistan, seperti dilaporkan oleh Associated Press dan abc.net.au pada Sabtu (28/3/2026), jarang diminta bertindak sebagai perantara dalam diplomasi berisiko tinggi. Biasanya, negosiasi antara AS dan Iran difasilitasi oleh negara-negara Timur Tengah seperti Qatar dan Oman. Namun, karena negara-negara tersebut berada di bawah serangan Iran selama perang, Islamabad mengambil alih peran ini.

Ada sejumlah alasan mendasar mengapa Pakistan terlibat. Pertama, Islamabad memiliki hubungan baik dengan kedua belah pihak, AS dan Iran. Kedua, Pakistan memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan dalam penyelesaian konflik ini. Sebagian besar minyak dan gas Pakistan berasal dari Timur Tengah, dan sekitar 5 juta warga Pakistan bekerja di dunia Arab, mengirimkan uang kiriman dalam jumlah besar setiap tahunnya—hampir setara dengan total pendapatan ekspor negara tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Upaya Diplomasi dan Pernyataan Resmi

Para pejabat pemerintah Pakistan mengungkapkan bahwa upaya perdamaian publik mereka mengikuti diplomasi senyap selama beberapa minggu, meskipun detailnya sedikit diungkap. Islamabad juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah perundingan antara perwakilan AS dan Iran, yang semakin memperkuat spekulasi bahwa negosiasi jalur belakang sedang berlangsung.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dalam pernyataan via media sosial X pekan ini, menegaskan, "Pakistan menyambut baik dan sepenuhnya mendukung upaya yang sedang berlangsung untuk melakukan dialog guna mengakhiri perang di Timur Tengah." Peran Pakistan dalam negosiasi AS-Iran terungkap beberapa hari lalu, dengan laporan media menyebutkan bahwa bersama Mesir dan Turki, Pakistan bertindak sebagai penengah.

Konfirmasi dan Detail Negosiasi

Pada Kamis (26/3), Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, mengonfirmasi bahwa pembicaraan tidak langsung sedang berlangsung antara Washington dan Teheran melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh Islamabad. Dia menyebutkan peran Kairo dan Ankara, serta mengungkapkan bahwa proposal gencatan senjata berisi 15 poin dari AS telah disampaikan kepada Iran dan sedang dipertimbangkan.

Dar menekankan, "Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan ke depan!" Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, juga mengonfirmasi peran Pakistan sebagai mediator, bahkan menyebutkan bahwa pertemuan dengan Iran diharapkan terjadi pekan ini.

Format Pertemuan dan Peran Kunci Pakistan

Rincian pasti dari kemungkinan pertemuan perwakilan AS dan Iran di Islamabad masih belum jelas, tetapi laporan menunjukkan ada dua format yang mungkin dibahas. Salah satunya mempertemukan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump yang menjadi perunding AS. Format lainnya melibatkan Wakil Presiden AS JD Vance dengan ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibhaf.

Pakistan disebut telah memanfaatkan serangkaian hubungan yang sulit ditiru oleh negara lain. Dalam beberapa hari terakhir, pimpinan top Islamabad melakukan kontak langsung dengan semua pihak. Kepala Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan memiliki akses langsung yang luar biasa ke Washington. Pada saat yang sama, Pakistan mewakili kepentingan diplomatik Iran di AS, menunjukkan kepercayaan dari rezim Teheran. PM Sharif telah berbicara via telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, memberikan kredibilitas kepada Islamabad di kedua sisi.

Meskipun belum jelas apakah pertemuan tersebut akan terwujud, yang pasti adalah Pakistan telah memainkan peran penting dalam upaya meredakan ketegangan ini, dengan kombinasi hubungan diplomatik dan kepentingan ekonomi yang mendorong keterlibatannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga