Mojtaba Khamenei Dikabarkan Dioperasi di Rusia Usai Terluka dalam Serangan AS-Israel
Moskow - Kabar terbaru mengungkap bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan mengalami luka-luka hingga harus menjalani operasi rahasia di Rusia. Informasi ini beredar setelah sebelumnya diisukan bahwa ia terluka akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang juga menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, serta anggota keluarganya lainnya.
Evakuasi Rahasia ke Moskow untuk Operasi Kaki
Menurut laporan dari Metro.co.uk pada Senin (16/3/2026), Mojtaba Khamenei dievakuasi secara diam-diam dari Iran menggunakan pesawat militer Rusia. Tujuannya adalah untuk menjalani operasi kaki di salah satu istana kepresidenan Presiden Vladimir Putin di Moskow, dengan harapan dapat menyelamatkan nyawanya. Evakuasi ini dilakukan dalam kondisi rahasia, mengingat sensitivitas situasi politik dan keamanan di Timur Tengah.
Surat kabar Kuwait, Al-Jarida, melaporkan bahwa Mojtaba diselundupkan keluar dari Iran setelah dievakuasi dari bunker yang dihantam serangan AS-Israel. Laporan tersebut, yang mengutip sumber pejabat tinggi dekat dengan pemimpin baru Iran, menyebutkan bahwa operasi yang dilakukan di Rusia berjalan "sukses". Namun, kebenaran informasi ini belum diverifikasi secara resmi oleh otoritas Iran.
Kondisi Kesehatan yang Beragam dan Pernyataan Marah
Berbagai laporan menyebutkan kondisi Mojtaba Khamenei yang beragam, mulai dari patah kaki dan luka gores di wajah, hingga kehilangan satu kaki dan bahkan dalam keadaan koma. Di tengah spekulasi ini, Mojtaba baru-baru ini merilis pernyataan tertulis yang penuh amarah, dibacakan oleh presenter televisi pemerintah Iran, di mana ia menuntut balas dendam terhadap AS dan Israel.
Dalam pernyataannya, ia berjanji untuk tetap menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga agar menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka, atau berisiko menjadi sasaran serangan Teheran. "Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan menahan diri untuk membalas darah para martir," tegasnya.
Respons Otoritas Iran dan Ketidakhadiran Publik
Otoritas Iran, melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Mojtaba Khamenei masih hidup dan dalam keadaan sehat, sepenuhnya memantau situasi. Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim mendengar informasi bahwa pemimpin baru Iran tersebut sudah tidak bernyawa.
Namun, hingga saat ini, Mojtaba belum tampil secara langsung di depan publik Iran. Ia tidak muncul di depan kamera untuk menyampaikan pernyataan pertamanya pada Kamis (12/3) pekan lalu, yang justru disampaikan secara tertulis. Hal ini menambah misteri seputar kondisi kesehatannya yang sebenarnya.
Mojtaba Khamenei dipilih untuk menggantikan almarhum ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran sejak 1 Maret, setelah Khamenei tewas dalam serangan awal AS-Israel pada 28 Februari lalu. Situasi ini memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan Iran bertekad melanjutkan konfrontasi terhadap musuh-musuhnya.
