Menteri Haji dan Umrah RI, M. Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan, mengumumkan bahwa jumlah jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun angka pasti belum dirincikan, Gus Irfan memastikan bahwa angkanya lebih rendah dari tahun lalu.
Penurunan Angka Kematian
Dalam pernyataannya di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (17/6), Gus Irfan mengungkapkan, "Terakhir kemarin masih di bawah 300, kita belum tahu angka persisnya, nanti tunggu nanti malam ada laporan terakhir. Ya, lebih rendah dibandingkan tahun lalu." Pernyataan ini menandakan adanya perbaikan dalam pengelolaan kesehatan jemaah haji.
Langkah Pemerintah Menekan Angka Kematian
Gus Irfan juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dan akan dilakukan pemerintah untuk menekan angka kematian jemaah haji. Salah satunya adalah meningkatkan pengawasan dalam tahap istitaah sebelum keberangkatan. "Kita awali dengan istitaah kesehatan yang benar-benar serius di awal sebelum pelunasan dan kemudian sebelum pemberangkatan kita periksa lagi dan alhamdulillah bisa menekan jumlah kematian walaupun itu belum memuaskan," ujarnya.
Selain itu, pemerintah terus mencari formula yang tepat untuk menekan angka kematian. Upaya ini mencakup pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dan berkelanjutan.
Upaya Memperpendek Antrean Keberangkatan
Tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, Gus Irfan juga menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempersingkat masa tunggu keberangkatan jemaah haji. Saat ini, antrean terlama mencapai 26 tahun, namun rata-rata waktu tunggu telah berkurang menjadi sekitar 13-14 tahun. "Mudah-mudahan nanti tahun depan bisa kita lebih perpendek lagi," harapnya.
Rapat dengan Tim Pengawas Haji
Pada hari yang sama, Presiden Prabowo menerima Tim Pengawas Haji 2026 di Hambalang. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR Cucun Sjamsurijal, Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pembahasan difokuskan pada evaluasi penyelenggaraan haji dan upaya peningkatan kualitas pelayanan.



