Kesepakatan Damai Iran-AS Belum Dipublikasi, Ini Alasan JD Vance
Kesepakatan Damai Iran-AS Belum Dipublikasi, Ini Alasan JD Vance

Jakarta - Teks kesepakatan damai atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat (AS) belum juga dipublikasikan. Wakil Presiden AS JD Vance akhirnya buka suara mengenai alasan di balik kerahasiaan dokumen tersebut.

Dilansir dari Aljazeera, Selasa (16/6/2026), AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk berdamai. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa perjanjian telah ditandatangani. Namun, hingga kini naskah kesepakatan belum dirilis ke publik.

Menurut Vance, salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah keterlibatan pengawas nuklir internasional yang harus kembali ke Iran. Hal ini menjadi bagian inti dari perjanjian dan menjadi alasan mengapa dokumen belum bisa dipublikasikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran IAEA dalam Kesepakatan

Vance menjelaskan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) bersama AS akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya. Ketentuan ini, menurutnya, tertulis sangat jelas dalam MoU.

Ia juga menambahkan bahwa jadwal inspeksi nuklir dapat dirumuskan pada hari Jumat mendatang. “Karena ada kesepakatan luas tentang hal ini, tidak banyak perbedaan pendapat. Itu seharusnya terjadi dengan sangat cepat,” ujar wakil presiden.

Sikap Iran

Di sisi lain, para pejabat Iran sebelumnya menyatakan bahwa negosiasi mengenai masalah nuklir akan dilakukan setelah penandatanganan perjanjian awal. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, saat mengumumkan MoU pada hari Senin, menegaskan bahwa “negosiasi untuk perjanjian akhir akan ditunda hingga pihak lain memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan awal.”

Kesepakatan damai AS dan Iran pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Senin (15/6). Sharif menyebut bahwa Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan pertempuran secara “segera dan permanen” di semua front, termasuk Lebanon.

Dengan belum dipublikasikannya dokumen MoU, publik masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai detail perjanjian yang akan mengubah peta hubungan kedua negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga