Istri Ayatollah Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel
Istri Khamenei Meninggal Akibat Luka Serangan AS-Israel

Istri Pemimpin Tertinggi Iran Meninggal Dunia Usai Serangan Gabungan AS dan Israel

Jakarta - Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia. Kematiannya terjadi setelah ia menyerah pada luka-luka yang diderita selama serangan gabungan militer Amerika Serikat dan Israel yang mengguncang Iran.

Kondisi Kritis dan Akhir Hayat

Menurut laporan media Iran yang dikutip oleh kantor berita AFP pada Senin (2/1/2026), Bagherzadeh meninggal hari ini setelah sempat berada dalam kondisi koma. "Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, 79 tahun, telah koma sejak serangan pada hari Sabtu yang menewaskan Khamenei," jelas pernyataan resmi dari kantor berita Tasnim yang menjadi sumber terpercaya di Iran.

Serangan mematikan tersebut terjadi pada Sabtu (28/2) dan tidak hanya merenggut nyawa pemimpin tertinggi Iran tetapi juga menyebabkan korban jiwa di kalangan keluarga dekatnya. Bagherzadeh menjadi korban terbaru yang jatuh setelah bertahan beberapa hari dalam keadaan kritis.

Keluarga Khamenei Turut Menjadi Korban

Sebelum kematian Bagherzadeh, media Iran telah melaporkan bahwa beberapa anggota keluarga Khamenei juga tewas dalam serangan yang dilancarkan oleh tentara Israel dan Amerika Serikat tersebut. Kantor berita Fars, yang juga dikutip AFP pada Minggu (1/3), mengonfirmasi berita tragis ini setelah melakukan kontak dengan sumber-sumber di lingkungan keluarga pemimpin tertinggi.

"Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga Pemimpin Tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari Pemimpin Revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi," tulis laporan Fars yang menyiratkan dampak luas dari serangan ini terhadap keluarga Khamenei.

Konfirmasi Kematian dan Masa Berkabung

Pada hari yang sama dengan serangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan kematian Ali Khamenei melalui jaringan media Social Truth miliknya. "Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Trump dalam pernyataan yang dilansir berbagai media internasional.

Iran sendiri secara resmi mengonfirmasi tewasnya pemimpin tertinggi mereka pada Minggu (1/3) sekaligus mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan terakhir. Tidak hanya pemimpin politik yang menjadi korban, serangan ini juga menewaskan sejumlah petinggi militer Iran.

Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dilaporkan turut menjadi korban dalam operasi militer gabungan AS-Israel yang telah mengubah lanskap politik dan keamanan di Timur Tengah ini. Situasi ini menandai babak baru dalam ketegangan regional yang sudah berlangsung lama.