Israel Tegaskan Syarat Mutlak: Hamas Harus Dilucuti Senjata untuk Penarikan Pasukan dari Gaza
Israel: Hamas Harus Dilucuti Senjata untuk Penarikan Pasukan Gaza

Israel Tegaskan Syarat Mutlak: Hamas Harus Dilucuti Senjata untuk Penarikan Pasukan dari Gaza

Pemerintah Israel telah menetapkan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi agar pasukan mereka mundur dari wilayah Gaza, Palestina. Syarat tersebut adalah perlucutan senjata lengkap dari kelompok Hamas, termasuk penghancuran seluruh terowongan yang dimiliki. Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam konferensi yang digelar oleh surat kabar Yedioth Ahronoth, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Fase Kedua Gencatan Senjata dan Tuntutan Israel

Pernyataan Katz ini muncul saat fase kedua gencatan senjata Gaza, yang didasari pada rencana perdamaian usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah dimulai. Dalam fase ini, Hamas diwajibkan untuk melucuti senjata, sementara Israel harus menarik mundur pasukannya dari Jalur Gaza secara bertahap. Katz menegaskan bahwa Israel tidak akan bergeser dari "Garis Kuning", yang merujuk pada lokasi penarikan pasukan di bagian timur Gaza, hingga Hamas benar-benar dilucuti.

"Kami tidak akan pernah membiarkan Hamas tetap ada, baik dengan senjata maupun terowongan. Slogannya sederhana: hingga terowongan terakhir," kata Katz dengan tegas. Dia menambahkan, "Kami tidak akan bergeser dari Garis Kuning satu milimeter pun sampai Hamas dilucuti, dari senjatanya, dari terowongan, dan dari hal-hal lainnya."

Batas Waktu dan Ancaman Lanjutan Perang

Sekretaris Kabinet Israel, Yossi Fuchs, pada hari Senin lalu, menyatakan bahwa pemerintah Tel Aviv akan memberikan waktu 60 hari kepada Hamas untuk melaksanakan perlucutan senjata. Fuchs mengancam akan melanjutkan perang jika Hamas tidak mematuhi tuntutan ini. Gencatan senjata antara Israel dan Hamas sendiri telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, yang mengakhiri sebagian besar pertempuran di Jalur Gaza, meskipun dalam praktiknya, Israel masih terus melakukan serangan udara yang melanggar kesepakatan.

Rencana Perlucutan Senjata dan Rekonstruksi Gaza

Perlucutan senjata Hamas menjadi bagian integral dari fase kedua gencatan senjata, yang diumumkan mulai berlaku pada pertengahan Januari lalu. Fase ini juga mencakup beberapa poin penting lainnya, yaitu:

  • Penarikan pasukan Israel lebih lanjut dari Jalur Gaza.
  • Dimulainya proses rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang.
  • Masuknya bantuan kemanusiaan tambahan untuk warga Palestina.
  • Pembentukan komite administratif untuk mengelola wilayah Gaza.

Inisiatif Pertahanan dan Ekonomi Israel

Di sisi lain, Katz juga menyerukan Israel untuk memperluas produksi senjata dalam negeri guna memastikan kemandirian pertahanan. Dia menjadikan persaingan global untuk amunisi dan perselisihan dengan sekutu-sekutu Israel selama perang sebagai alasan utama. Katz memuji Amerika Serikat sebagai "sekutu hebat" yang mendukung Israel, namun mengakui adanya perselisihan yang memiliki dampak signifikan.

Katz mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan telah memutuskan untuk meluncurkan inisiatif jangka panjang, yang sementara dinamai "Perisai Israel". Inisiatif ini akan menambah 350 miliar Shekel ke dalam anggaran pertahanan selama dekade berikutnya. "Rencana ini didasarkan pada kepercayaan yang kuat pada kekuatan ekonomi. Tidak ada keamanan tanpa ekonomi, dan tidak ada ekonomi tanpa keamanan," cetus Katz, menekankan hubungan erat antara stabilitas ekonomi dan pertahanan nasional.