Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan diakhirinya perang di seluruh kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari respons terhadap proposal terbaru Amerika Serikat. Teheran juga menuntut pencairan aset-aset yang dibekukan di luar negeri.
Pernyataan Juru Bicara Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran pada Senin (11/5/2026) menyatakan, "Kami tidak menuntut konsesi apa pun. Satu-satunya yang kami tuntut adalah hak-hak sah Iran." Ia menambahkan bahwa tuntutan Iran mencakup diakhirinya perang di kawasan, penghentian blokade angkatan laut AS, dan pembebasan aset milik rakyat Iran yang selama bertahun-tahun terperangkap secara tidak adil di bank-bank asing.
Isi Proposal Balasan Iran
Menurut laporan media lokal Iran, Press TV, proposal balasan Teheran juga menuntut kompensasi penuh atas kerusakan perang dari AS, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, pencabutan semua sanksi, dan pencairan aset beku di luar negeri. Proposal ini diajukan melalui mediator Pakistan dan diteruskan kepada AS pada Minggu (10/5) waktu setempat.
Reaksi AS
Presiden AS Donald Trump pada Minggu (10/5) mengungkapkan penolakan terhadap proposal balasan Iran, menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima" melalui akun Truth Social. Namun, Iran menganggap penolakan Trump tidak relevan. Kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency menyebut langkah Trump "sama sekali tidak penting".
Sikap Iran
Seorang sumber yang mengetahui isi proposal balasan Iran mengatakan kepada Tasnim News Agency, "Tidak ada seorang pun di Iran yang menulis proposal untuk menyenangkan Trump. Tim negosiasi hanya menulis proposal untuk hak-hak bangsa Iran." Sumber tersebut menambahkan, "Jika Trump tidak senang dengan itu, maka itu sebenarnya lebih baik. Trump sama sekali tidak menyukai kenyataan; itulah mengapa dia terus kalah dari Iran."



