Iran Serukan Rantai Manusia Lindungi Infrastruktur dari Ancaman Bom Trump
Iran Serukan Rantai Manusia Hadapi Ancaman Bom Trump

Iran Serukan Rantai Manusia Lindungi Infrastruktur dari Ancaman Bom Trump

Teheran - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman serius terhadap Iran, dengan menyatakan akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan di negara tersebut jika tidak menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Ancaman ini memicu respons cepat dari otoritas Iran, yang menyerukan kepada rakyat, khususnya kaum muda, untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan.

Seruan Simbolis untuk Pemuda Iran

Menurut laporan dari NDTV pada Selasa, 7 April 2026, Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran secara resmi mengimbau para pemuda, termasuk atlet, seniman, dan mahasiswa, untuk membentuk rantai manusia di sekitar pembangkit listrik utama. Aksi ini dimulai pada Selasa siang waktu setempat, sebagai bentuk perlindungan simbolis terhadap infrastruktur vital.

Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, dalam pesan video menjelaskan bahwa inisiatif ini berasal dari usulan pemuda sendiri. "Aksi simbolis ini disebut 'Rantai Manusia Pemuda Iran untuk Masa Depan yang Cerah'. Kami berharap dengan partisipasi kaum muda di seluruh negara, rantai manusia akan terbentuk di sekitar pembangkit listrik, menandakan komitmen mereka untuk melindungi negara," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tenggat Waktu dan Tuntutan Trump

Trump menetapkan batas waktu hingga Selasa malam waktu AS, yang bertepatan dengan Rabu dini hari waktu Iran. Dia menuntut Iran melepaskan senjata nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, yang ditutup akibat serangan sebelumnya dari AS. Pejabat Iran mengejek tenggat waktu ini, dengan seorang ajudan presiden menyebutnya sebagai "hinaan dan omong kosong" yang lahir dari keputusasaan.

Reaksi Warga dan Kekhawatiran Mendalam

Dilansir dari BBC, warga Iran mulai bereaksi dengan campuran ketakutan dan kemarahan. Kasra, seorang pemuda berusia 20-an di Teheran, mengungkapkan keputusasaannya: "Rasanya seperti kami tenggelam semakin dalam. Apa yang bisa kami lakukan sebagai orang biasa? Saya membayangkan skenario tanpa air dan listrik dalam sebulan."

Banyak warga, seperti Mina dari Teheran, mulai menimbun persediaan, khawatir pasokan air akan terganggu. "Ibu saya mengisi setiap botol dengan air. Saya pikir semakin banyak orang menyadari Trump tidak peduli pada kami," katanya dengan nada getir.

Dampak Ekonomi dan Pandangan Warga

Arman, pemuda dari Karaj, menyatakan bahwa meski awalnya mendukung serangan AS-Israel terhadap target tertentu, menghantam pembangkit listrik dianggap sebagai garis merah. "Itu hanya akan melumpuhkan negara dan menguntungkan pemerintah, sementara rakyat menderita," ujarnya.

Bahman, insinyur di Teheran, mengkhawatirkan dampak ekonomi perang. "Saya sudah tidak punya rutinitas kerja karena proyek bangunan terhenti. Perusahaan kecil mulai memberhentikan karyawan," keluhnya. Dia juga memperkirakan Iran akan membalas serangan, memperparah situasi regional.

Konteks Sebelumnya dan Implikasi

Pada Januari lalu, Trump menyatakan dukungan bagi demonstran antipemerintah di Iran, namun tidak turun tangan saat penindasan terjadi, yang menurut Hrana menewaskan ribuan orang. Kini, ancaman terhadap infrastruktur energi memicu ketegangan baru, dengan lebih dari 30 universitas dilaporkan terdampak.

Televisi pemerintah Iran menayangkan video toko penuh stok untuk menenangkan publik, tetapi kekhawatiran tetap tinggi di tengah pemadaman internet yang telah berlangsung lebih dari lima minggu. Aksi rantai manusia ini menjadi simbol resistensi rakyat Iran di tengah tekanan internasional yang semakin meningkat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga