Iran Kecam Serangan AS-Israel ke Sekolah dan RS, Presiden: Tak Akan Menyerah!
Iran Kecam Serangan AS-Israel ke Sekolah dan RS

Iran Kecam Serangan AS-Israel ke Sekolah dan RS, Presiden: Tak Akan Menyerah!

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan berdiam diri atau menyerah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar sebuah sekolah dan rumah sakit di ibu kota Teheran. Pezeshkian menekankan bahwa dunia internasional harus mengutuk tindakan brutal tersebut yang dinilainya sebagai serangan terhadap kemanusiaan dan masa depan bangsa.

Serangan yang Menargetkan Masa Depan dan Kehidupan

Melalui akun media sosial X, Pezeshkian mengungkapkan keprihatinan mendalamnya. "Serangan terhadap rumah sakit adalah serangan terhadap kehidupan itu sendiri. Sementara serangan terhadap sekolah berarti menargetkan masa depan suatu bangsa. Dunia harus bersatu untuk mengutuk tindakan tak berperikemanusiaan ini," tulisnya seperti dilansir dari kantor berita AFP pada Selasa, 3 Maret 2026.

Dia menambahkan dengan nada tegas, "Iran tidak akan tinggal diam atau menyerah pada kejahatan yang dilakukan oleh AS dan Israel ini. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan rakyat kami." Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung atas insiden yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Korban Jiwa dan Tanggapan dari Iran

Pihak Iran mengklaim bahwa serangan terhadap sekolah di wilayah selatan Teheran pada hari Sabtu telah menewaskan setidaknya 168 orang, termasuk banyak anak-anak dan warga sipil. Sementara itu, insiden terpisah terjadi di Rumah Sakit Gandhi di Teheran pada hari Minggu, meskipun detail korban dari serangan ini belum sepenuhnya terungkap.

Hingga saat ini, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan konfirmasi resmi terkait serangan tersebut. Namun, ketegangan antara Iran dengan kedua negara tersebut telah memanas dalam beberapa pekan terakhir, dengan berbagai insiden sebelumnya yang saling menuduh.

Peringatan Keras dari Garda Revolusi Iran

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran (IRGC) melalui pasukan Quds yang mengawasi operasi luar negeri, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, mereka menyatakan bahwa AS "tidak akan lagi aman" di mana pun di dunia.

"Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir. Mereka tidak akan lagi merasa aman, bahkan di rumah mereka sendiri sekalipun," tegas pernyataan tersebut yang dilontarkan pada hari ketiga serangan gabungan AS-Israel terhadap Republik Islam Iran.

Peringatan ini menandai eskalasi ketegangan yang semakin meningkat, dengan Iran menunjukkan kesiapan untuk membalas serangan yang dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan perdamaian. Situasi ini terus dipantau oleh komunitas internasional yang khawatir akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.