Gedung Putih Klaim AS Siap Kuasai Pulau Kharg Iran Kapan Saja
Gedung Putih: AS Siap Kuasai Pulau Kharg Iran Kapan Saja

Gedung Putih Klaim Kesiapan Militer AS untuk Kuasai Pulau Kharg

Pemerintahan Amerika Serikat (AS) menyatakan kesiapannya untuk menguasai Pulau Kharg di Iran kapan saja jika diperintahkan oleh Presiden Donald Trump. Pernyataan ini disampaikan oleh Gedung Putih sebagai bagian dari tekanan terhadap rezim Iran.

Pernyataan Resmi dari Gedung Putih

Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih, Anna Kelly, menegaskan dalam sebuah pernyataan yang dilansir AFP pada Sabtu (21/3/2026) bahwa militer AS telah siap sepenuhnya. "Militer Amerika Serikat dapat menguasai Pulau Kharg kapan saja jika Presiden memberi perintah," ujar Kelly. Ia menambahkan bahwa berkat proses perencanaan yang terperinci, seluruh pemerintahan telah siap untuk setiap potensi tindakan yang mungkin diambil oleh Iran.

Rencana Strategis untuk Menekan Iran

Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana untuk menduduki atau memblokade Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak Iran dengan kontribusi sekitar 90% dari total ekspor minyak negara tersebut. Tujuan dari rencana ini adalah untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital di kawasan Timur Tengah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut laporan media AS Axios, seperti dikutip Al Jazeera pada Jumat (20/3), seorang sumber menyebutkan bahwa AS membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk melemahkan Iran melalui serangan, merebut pulau itu, dan kemudian menggunakannya sebagai alat negosiasi. "Kita butuh sekitar satu bulan untuk lebih melemahkan Iran dengan serangan, merebut pulau itu, dan kemudian mengendalikan mereka dan menggunakannya untuk negosiasi," kata sumber tersebut.

Risiko dan Tantangan Operasi Militer

Meskipun AS dan Israel telah menargetkan instalasi militer di Pulau Kharg melalui serangan, invasi darat akan menempatkan pasukan AS dalam jangkauan serangan langsung dari Iran. Hal ini menimbulkan risiko signifikan bagi keamanan pasukan. Seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengungkapkan kepada Axios bahwa keputusan untuk melakukan invasi pantai belum dibuat, tetapi jika Trump memutuskan, maka operasi tersebut akan dilaksanakan.

Latar Belakang Konflik dan Pernyataan Trump

Trump sebelumnya telah mengklaim bahwa militer AS telah membombardir target militer di Pulau Kharg, yang menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran. Dalam pernyataan di media sosial pada Sabtu (14/3), seperti dilansir AFP, Trump menyatakan, "Komando Pusat Amerika Serikat melakukan salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah, dan benar-benar menghancurkan setiap target MILITER di permata mahkota Iran, Pulau Kharg." Ia juga mengancam akan menyerang infrastruktur minyak pulau tersebut lebih lanjut.

Militer AS telah menyetujui pengerahan pasukan tambahan ke wilayah tersebut di tengah eskalasi konflik dengan Iran. Situasi ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat antara kedua negara, dengan Pulau Kharg menjadi titik fokus dalam strategi geopolitik AS untuk mengontrol akses ke Selat Hormuz dan melemahkan ekonomi Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga