Heboh 'Pizza Pentagon' Kembali Ramai, Diduga Jadi Sinyal Serangan AS ke Iran
Fenomena 'Pizza Pentagon' Diduga Sinyal Serangan AS ke Iran

Fenomena 'Pizza Pentagon' Kembali Ramai, Diduga Jadi Sinyal Serangan AS ke Iran

Fenomena yang dikenal sebagai 'Pizza Pentagon' kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat militer dan intelijen setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari lalu. Fenomena unik ini kerap dianggap sebagai sinyal atau indikator bahwa militer AS akan segera melakukan operasi besar-besaran di kancah internasional.

Lonjakan Pesanan Pizza Sebelum Serangan

Di sekitar markas besar Pentagon di Amerika Serikat, terdapat sejumlah gerai pizza yang populer di kalangan staf militer dan sipil. Menariknya, tepat sebelum serangan ke Iran terjadi, dilaporkan adanya lonjakan pesanan pizza yang signifikan di gerai-gerai tersebut, terutama pada larut malam. Pola ini bukanlah hal baru dan telah diamati dalam berbagai kesempatan sebelumnya.

Disebutkan bahwa para jenderal dan petinggi Pentagon memiliki kebiasaan makan pizza saat mereka lembur, yang biasanya terjadi menjelang operasi militer tertentu yang membutuhkan persiapan intensif. Kebiasaan ini kemudian melahirkan istilah yang dikenal sebagai 'Pentagon Pizza Index' atau Indeks Pizza Pentagon.

Sejarah dan Pola 'Pentagon Pizza Index'

Indeks Pizza Pentagon muncul dari pola-pola serupa yang terjadi tepat sebelum Amerika Serikat melancarkan berbagai operasi militer sejak era Perang Dingin. Dilansir dari The Jerusalem Post, pola ini mulai banyak dibahas selama persiapan Perang Teluk pertama pada tahun 1991.

Frank Meeks, yang memiliki lebih dari 40 waralaba Domino's Pizza di wilayah Washington pada saat itu, mengatakan kepada Los Angeles Times bahwa sementara organisasi berita mungkin tertidur pada pukul 2 pagi, pengemudi pengiriman pizza mereka tidak. Aktivitas pengiriman yang meningkat di malam hari menjadi pertanda adanya sesuatu yang sedang terjadi di pusat komando militer AS.

"PPI (Pentagon Pizza Index) adalah fenomena daring. PPI mengklaim bahwa aktivitas beberapa kedai pizza di sekitar Pentagon atau di sekitar gedung-gedung lain di Washington menunjukkan adanya krisis internasional atau semacam aksi militer yang akan datang," kata Marcel Plichta, seorang peneliti di Pusat Hukum dan Tata Kelola Global di Universitas St Andrews, kepada The Jerusalem Post.

Teori di Balik Fenomena Tersebut

Menurut teori yang berkembang, ketika lampu tetap menyala di Pentagon dan di Ruang Situasi Gedung Putih, staf tidak dapat pergi untuk makan malam ke luar, dan akibatnya, pesanan pizza meningkat secara drastis. Para pendukung PPI mengatakan bahwa teori ini telah teruji dan terbukti kebenarannya serta masih berlaku hingga saat ini.

Contoh relevansi teori ini dapat dilihat dari korelasinya dengan peristiwa-peristiwa penting terkini, termasuk operasi pembunuhan Osama bin Laden dan operasi penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya. Dalam setiap kasus tersebut, dilaporkan terjadi peningkatan pesanan pizza di sekitar Pentagon sebelum operasi dilaksanakan.

Skeptisisme dari Pimpinan Pentagon

Meskipun fenomena ini banyak dipercaya, pimpinan Pentagon sendiri tetap skeptis terhadap klaim tersebut. "Itu palsu, tetapi lucu," kata seorang mantan pejabat senior Pentagon kepada The Jerusalem Post. Pejabat tersebut menolak gagasan bahwa makanan cepat saji dapat dijadikan barometer geopolitik yang akurat.

Di sisi lain, ada pula yang mengaku mungkin akan menggunakan pola itu untuk melancarkan perang psikologis terhadap pelacak intelijen sumber terbuka. "Saya pernah berpikir untuk memesan banyak pizza di malam-malam acak hanya untuk mengacaukan semuanya. Suatu Jumat malam, ketika Anda melihat banyak pesanan Domino's, mungkin itu hanya saya yang menggunakan aplikasi untuk mengacaukan seluruh sistem," jawab seorang analis yang dikutip dalam laporan tersebut.

Popularitas sebagai Alat Pemantauan

Namun, terlepas dari skeptisisme tersebut, Pentagon Pizza Index tetap menjadi alat populer di kalangan pemantau daring yang mencoba mengantisipasi potensi aksi militer yang melibatkan negara-negara seperti Teheran atau Baghdad. Banyak pengamat yang secara rutin memantau aktivitas pengiriman pizza di sekitar Washington sebagai bagian dari analisis intelijen sumber terbuka mereka.

Namun, di bawah pemerintahan Trump, para analis mungkin menemukan bahwa melacak unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump terbukti menjadi metrik yang lebih akurat daripada memantau pengiriman makanan larut malam. Perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara pengamatan terhadap aktivitas pemerintah dan militer.

Fenomena 'Pizza Pentagon' ini menunjukkan bagaimana detail kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi indikator penting dalam dunia geopolitik dan militer. Meskipun tidak selalu akurat, pola ini tetap menarik untuk diamati sebagai bagian dari upaya memahami dinamika kekuatan global.